Jumat, 10 Februari 2012 M / 17 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 10:57 WIB
Sabtu, 05/06/2010 15:58 WIB

Urgensi Kebijakan Klaster Industri di Sumatera Barat

Rika Ampuh Hadiguna


Industrialisasi di Sumatera Barat perlu terus menerus didorong agar berhasil dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis industri menjadi keharusan karena memberikan nilai tambah terhadap bahan baku yang diolah.

Bahan baku yang bersumber dari alam telah menjadi keunggulan komparatif setiap daerah dan harus diolah untuk mendapatkan nilai tambah sehingga bertransformasi menjadi keunggulan kompetitif yang memberikan efek jamak ke berbagai sektor. Upaya ini memerlukan strategi yang tepat guna dan melibatkan segenap komponen pembangunan daerah seperti pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Peran pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan (stakeholder) pembangunan akan efektif dalam rangka memperbaiki iklim lingkungan usaha guna meningkatkan daya saing daerah.

Sumatera Barat dan berbagai daerah lainnya di Indonesia telah memilih klaster industri sebagai strategi pembangunan struktur industri daerahnya. Klaster industri telah menjadi strategi industri nasional dengan harapan mengikuti langkah sukses Provinsi Oita, Jepang yang melaksanaan One Village One Product (OVOP) sebagai suatu gerakan revitalisasi daerah untuk mencari dan menciptakan produk unggulan daerah, lalu meningkatkan isi dan mutunya sehingga dapat diterima dan diakui nilainya secara nasional dan internasional.

Kebijakan industri kluster ini tidak terlepas dari berbagai kepentingan politik jangka panjang karena klaster industri umumnya baru menampakkan hasil setelah 5-7 tahun. Industri kluster dipastikan dapat meningkatkan daya saing industri karena terjadi hubungan yang saling mendukung antara industri inti, industri penunjang, dan industri terkait. Sebuah klaster bisa diperluas (extended) menjadi proses kegiatan yang saling mendukung untuk mendorong efisiensi dan produktivitas.

Sumatera Barat sudah tepat dan on the track dengan menerapkan strategi klaster industri karena Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menargetkan 5-10 klaster strategis terpilih untuk masuk ke dalam world class cluster. Kadin berpendapat bahwa klaster sangat strategis bagi peningkatan daya saing UKM. Sebab, pelaku UKM seringkali terkendala dalam menyesuaikan diri secara luwes terhadap aspek pasar, produk, teknologi, dan organisasi.

Kendala-kendala seperti ini juga dialami para pelaku UKM di Sumatera Barat. Kebijakan pembentukan klaster industri yang dapat diunggulkan akan menghasilkan efektivitas yagn tinggi dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi para pelaku UKM.

Klaster sangat strategis bagi peningkatan daya saing UKM karena UKM seringkali terisolasi. Pelaku UKM jarang bahkan tidak pernah melakukan pertemuan dengan sesama pelaku UKM sejenis. Akibatnya para pelaku akan kehilangan kesempatan untuk saling bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman serta kesempatan untuk melakukan kerjasama pengembangan produk untuk mengelola potensi pasar yang ada.

Persepsi para pelaku UKM cenderung memandang perusahaan sejenis disekitarnya sebagai pesaing dari pada sebagai mitra bisnis strategis. Intervensi sistem melalui kebijakan klaster sangat efektif menghilangkan hambatan praktis dan budaya untuk terciptanya kolaborasi bisnis dalam jangka panjang. Kebijakan klaster merupakan upaya untuk mendorong UKM lebih berorientasi pada pasar nasional dan global.

Sumberdaya industri dan bisnis di Sumatera Barat membutuhkan kebijakan pengelolaan yang terpadu dan terarah. Ada dua model orientasi kebijakan klaster yang dimungkinkan muncul di Sumatera Barat yakni klaster dewasa dan klaster baru. Klaster dewasa terbentuk karena memiliki banyak pengrajin sehingga akan terbentuk sebuah klaster Artisanal.

Pembentukan klaster industri kreatif sulam, bordir dan tenun di Sumatera Barat merupakan langkah tepat dilakukan. Tipe industri kreatif ini telah bertahan melewati waktu cukup lama dan dan menarik pihak-pihak lain untuk mendukung kegiatan bisnis bermuatan budaya lokal ini.

Sebaliknya, klaster baru dibentuk karena kesengajaan pemerintah atau institusi lain yang berkeinginan untuk membentuk sebuah klaster. Pembentukan klaster industri semen sudah sangat tepat mengingat Sumatera Barat mempunyai PT Semen Padang sebagai produsen semen terkemuka di dunia.

Sebuah kebijakan klaster industri sudah jelas berpihak pada pengusaha lokal. Dukungan ini diberikan dalam kerangka ekonomi lokal dan regional yang lebih luas. Bentuk keberpihakan dapat dilakukan melalui model Badan Pekerja Pengembangan Bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan klaster sebagai komunitas industri dan bisnis.

Badan pekerja akan berperan aktif untuk menjaga dinamika klaster sehingga mampu memberi pengaruh positif terhadap peningkatan daya saing para pelaku yang terlibat di dalam klaster. Dinamika klaster yang dikelola dengan baik pada gilirannya akan meningkatkan kinerja ekonomi secara regional.

Urgensi sebuah kebijakan klaster industri di Sumatera Barat ada pada dua tataran yaitu pemberdayaan UKM dan perekonomian regional. Dua tataran ini harus dapat diukur kontribusinya sehingga kinerja sebuah klaster industri dapat disimpulkan baik atua tidak.

Sukses klaster industri di Sumatera Barat dipengaruhi oleh model instrumen kebijakan yang diformulasikan. Instrumen kebijakan yang tepat guna dan tepat sasaran meliputi pelatihan untuk para pelaku UKM anggota klaster melalui tenaga penyuluh lapangan pemerintah, penyediaan kredit penguatan proses bisnis untuk mendukung penguasaan teknologi yang dibutuhkan oleh para anggota klaster dan pendirian unit pelayanan teknis daerah. (*)

*Dosen Jurusan Teknik Industri Universitas Andalas - Padang

Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Berita Foto

Kamis, 09/02/2012 10:37 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Ba...

Rabu, 08/02/2012 23:00 WIB | Kab. Pasaman
Pemuda Gotongroyong Buat Lubuk di Batang Tingkarang
Pemuda Gotongroyong Buat Lubuk di Batang Tingkarang
Lubuk Sikaping, Sumbar 8/2 (ANTARA) - Puluhan Pemuda di kampung Aur Tajungkang, Jorong Koto Panjang Nagar...

Rabu, 08/02/2012 20:58 WIB | Kab. Pasaman Barat
Jalan Kesimpang Ampek Gunakan Jalan Alternatif
Jalan Kesimpang Ampek Gunakan Jalan Alternatif

Simpang Ampek, Sumbar, (ANTARA) - Arus transportasi menuju Kota Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman B...

Rabu, 08/02/2012 16:22 WIB | Nasional
Menkominfo: Pers Harus Sikapi Kemajuan Teknologi
Menkominfo: Pers Harus Sikapi Kemajuan Teknologi

Jambi, (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, mengatakan insan pers harus ...

Rabu, 08/02/2012 13:41 WIB | Nasional
Bagir Manan: 40 Tahun Indonesia Sistem Otoriter
Bagir Manan: 40 Tahun Indonesia Sistem Otoriter

Jambi, (ANTARA) - Ketua Dewan Pers, Bagir Manan menyatakan, selama 66 tahun Indonesia merdeka dan ...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai