Sejak tanggal 18 November 1955 telah ada cikal bakal Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yakni dengan diselenggarakannya kuliah perdana untuk Fakultas Hukum dan Falsafah (kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ushuluddin) di Padang Panjang. Mahasiswa angkatan pertama yang merupakan utusan Cabang dan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Barat.
Setelah itu didirikan pula AMA, dan berikutnya berdiri Fakultas Syari`ah pada tahun 1966 di Padang, kemudian Sekolah Tinggi Hukum di Bukittinggi. Fakultas Tarbiyah dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) di Padang Panjang, Sekolah Tinggi Teknik di Bukittinggi dan Sekolah Tinggi Pertanian di Payakumbuh.
Akhirnya Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dikukuhkan sebagai sebuah perguruan tinggi berbentuk universitas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0125/0/1985 tanggal 13 Maret 1985. Pada Tahun Akademik 1995/1996, keberadaan UMSB semakin lengkap dengan didirikannya Fakultas Kehutanan di Padang. Saat ini UMSB mengelola dengan baik 3 Fakultas Eksakta (Fakultas Teknik, Pertanian dan Kehutanan), 2 Fakultas Ilmu Sosial (Fakultas Hukum dan Ekonomi), 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan 1 Fakultas Agama Islam. Pada Tahun Akademik 2002/2003 telah dibuka pula Program Pascasarjana Agama Islam dengan Konsentrasi Syari`ah dan Pendidikan Islam serta Program Pasca Sarjana Hukum konsentrasi Ilmu Hukum.
Pengembangan tenaga edukatif tetap menjadi perhatian. Pada awal berdirinya hanya 19 orang, semuanya tenaga tidak tetap. Saat ini UMSB mempunyai jumlah dosen tetap yang memadai dan tersebar merata diseluruh fakultas, mencakup 63 orang dosen tetap yayasan, 34 orang dosen tetap Kopertis dan 300 orang dosen luar biasa dan Guru Besar berkualifikasi sarjana, magister dan doktor.
Di samping mutu sumberdaya mutu tenaga edukatif, dewasa ini UMSB telah memiliki kampus induk permanen di Kelurahan Pasie Nan Tigo Koto Tangah Padang, dilengkapi dengan satu buah masjid beserta sarana dan prasarana pendidikan lainnya, seperti laboratorium dasar, fisika dan mekanika, elektronika, ilmu falak, labor komputer, studio gambar, labor sipil, bengkel teknologi, kebun percobaan, labor kimia kayu, dan perpustakaan yang representatif, serta kampus yang ada di Padang Panjang, Bukittinggi dan Koto Nan IV Payakumbuh, tetap dipergunakan seperti biasa untuk kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pembinaan kegiatan kemahasiswaan dilakukan melalui oraganisasi-oraganisasi intern universitas, antara lain berupa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UMSB), BEM tingkat fakultas, Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa), Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Selain itu di UMSB juga ada organisasi kemahasiswaan yang berbentuk ekstra universitas, akan tetapi intra Muhammadiyah yakni organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Di antara bentuk-bentuk kegiatan yang dikelola secara terpadu untuk “mengasah” keterampilan dan kepemimpinan mahasiswa UMSB melaksanakan kegiatan latihan kepemimpinan mahasiswa, kemah bakti mahasiswa, ekspedisi-ekspedisi pendakian sejumlah pegunungan di Sumatera dan Jawa Barat, pendidikan jurnalistik, pengembangan olahraga dan seni, koperasi mahasiswa, lomba busana muslimah dan berbagai cabang olahraga.
Kepada para aktivis kemahasiswaan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti event kegiatan kemahasiswaan tingkat regional dan nasional, baik oleh Departemen Pendidkan Nasional RI maupun yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta lembaga dan badan lain yang relevan.
Seluruh mahasiswa UMSB berpeluang untuk memperoleh beasiswa yang penilaiannya dilakukan berdasarkan aktivitas kemahasiswaan dan kemampuan akademisnya, selama mengikuti perkuliahan di UMSB. Beasiswa itu bersumber dari Yayasan Supersemar dan Depdiknas RI melalui paket beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) dan lain-lain. Sampai tahun akademik 2004/2005, mahasiswa UMSB yang telah menerima beasiswa Supersemar sebanyak 374 orang, 353 orang menerima beasiswa PPA, 199 orang menerima beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa, EEDP (Engineering Education Development Project) sebanyak 48 orang.
Dari hasil upaya pengembangan dan peningkatan dari berbagai pihak yang telah dilakukan semenjak UMSB di bawah kepemimpinan Rektor Drs. H. Gusman Gaus, dilanjutkan oleh Prof. Drs. H. Azmi, M.A,Ph.D., Prof. Dr. H. Chatlinas Said, Dr. Hermansyah Aziz, M.Sc., Drs. H. Shofwan Karim Elha, M.A., Dr. H. Ardinis Arbain, dan saat ini kembali Drs. H. Shofwan Karim Elha, M.A., hampir seluruh program studi pada fakultas-fakultas dikelola UMSB telah berstatus Terakreditasi dan berstatus sama dengan status perguruan tinggi negeri. Pada tahun akademik 2005/2006 ini lebih dari 50 % Dosen Tetap telah berkualifikasi Pascasarjana (Magister)

Institut Teknologi Padang (ITP) adalah salah satu perguruan tinggi teknik tertua di Sumatera Barat. Didirikan pada tahun 1973 dengan nama Akademi Teknik Padang (ATP), kemudian pada tahun 1989 dikembangkan dan berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik Padang (STTP). Pada bulan Juli 2001 STTP dikembangkan kembali dan berubah nama menjadi Institut Teknologi Padang (ITP) berdasarkan melalui Surat Keputusan Mendiknas RI Nomor : 113/D/O/2002. Dengan telah berubah nama, maka Institut Teknologi Padang merupakan satu-satunya Institut Teknologi di Kopertis Wilayah X (Sumatera Barat-Riau-Jambi).
Dengan munculnya pasar global, kompetisi dalam segala bidang juga semakin meningkat. Dalam upaya menghadapi kondisi ini, sumberdaya manusia yang berkualitas sangat diperlukan. Institut Teknologi Padang dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar kerja lokal, nasional, regional, dan internasional. Disamping itu, Institut Teknologi Padang diharapkan dapat berkonstribusi secara signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bertitik tolak dari sejarah perkembangan lebih dari 34 tahun mengelola pendidikan tinggi bidang teknologi yang mantap dan terencana, Institut Teknologi Padang telah menyusun satu konsep sebagai dasar tujuan lembaga yang tertuang dalam visi, misi, dan tujuan lembaga.
Universitas Andalas, universitas tertua di luar Jawa dan tertua ke empat di seluruh Indonesia, didirikan atas SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 80016/Kab; 23 Desember 1955.
Universitas ini secara resmi dibuka oleh empat pendirinya, bersama dengan Drs. Mohammad Hatta, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Sarino Mangoenpranoto pada 13 September 1956.
Dalam tahun-tahun awalnya, universitas memiliki 5 fakultas yaitu: Fakultas Pertanian di Payakumbuh, Fakultas Kedokteran dan MIPA di Bukittinggi, Fakultas Hukum di Padang, dan Fakultas Pendidikan Guru di Batusangkar.
Fakultas Ekonomi dan Fakultas Peternakan didirikan di Padang pada tahun 1961 dan 1963 secara berturut-turut menyusul 5 fakultas lainnya. Pada tahun 1965, Fakultas Pendidikan Guru dipisahkan dan menjadi IKIP Padang.
Hingga sekarang, Universitas Andalas mempunyai program-program di bawah ini:
Diploma (Non Sarjana)
Terdiri atas 3 program yaitu:
* Ekonomi
* Teknik
* Pertanian
Program Sarjana (S1)
Terdiri atas 9 fakultas yaitu:
* Fakultas Pertanian
* Fakultas Kedokteran
* Fakultas MIPA
* Fakultas Hukum
* Fakultas Ekonomi
* Fakultas Peternakan
* Fakultas Sastra
* Fakultas Teknik
* Fakultas Isipol
Program Pasca Sarjana
Menawarkan 12 program studi yaitu:
* Agronomi
* Pengembangan Kawasan Daerah dan Pedesaan
* Ilmu Tanah
* Ilmu Ternak
* Entomology dan Phytophatology
* Perencanaan dan Pengembangan
* Biologi
* Kimia
* Ilmu Lingkungan
* Teknologi Industri Pertanian
* Hukum
* Manajemen
Dan program Doktor dalam:
* Teknologi Pertanian.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional belum lama ini merilis daftar 50 perguruan tinggi yang menjanjikan, atau 50 Promising Indonesian Universities. Dari daftar itu, ada 28 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 22 perguruan tinggi swasta (PTS). Salah satunya adalah Universitas Negeri Padang
Universitas Negeri Padang (UNP) adalah hasil konversi IKIP Padang menjadi universitas, yang pada mulanya bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Semenjak didirikan pada tanggal 1 September 1954, UNP telah mengalami banyak perubahan. Dalam sejarah perkembangannya, perubahan perubahan yang terjadi meliputi bukan saja nama dan tempat kedudukannya, tetapi juga status serta program program pendidikan yang dikembangkannya, sesuai dengan kebijakan untuk memenuhi tuntutan perkembangan pendidikan di tanah air.
Perubahan ini dapat diklasifikasikan dalam lima periode, yaitu periode PTPG Batusangkar, periode FKIP Universitas Andalas Bukittinggi di Batusangkar, periode FKIP Universitas Andalas Padang, periode IKIP Jakarta Cabang Padang, periode IKIP Padang dan periode UNP.