Jumat, 30 Juli 2010 M / 18 Sya'ban 1431 H - Jam 11:37 WIB
Nasional | Senin, 01/03/2010 10:53 WIB

Konsultan: UKM Perlu Internet dan Strategi Branding

Jakarta, (ANTARA) - Pakar pemasaran etnografi mengatakan, Pemerintah sudah saatnya mengarahkan pemanfaatan Internet secara optimal oleh UKM dan membina mereka secara spesifik pada pemahaman tentang strategi "branding" yang benar.

"Pemerintah memang sudah sudah banyak melakukan pembinaan dan pementasan pengusaha. Tetapi hasilnya sampai saat ini masih belum tampak sebuah transformasi yang signifikan dari UKM," kata Direktur Etnomark Consulting, Amalia E. Maulana Ph.D. di Jakarta, Senin.

Menurut dia, bukan banyaknya tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mereka tetapi sudah seberapa efektif dan efisien kegiatan itu dengan hasil yang memuaskan.

Amalia merujuk data BPS yang menunjukkan jumlah unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2008 mencapai 51,3 juta unit, dan ini berarti 99 persen dari total pelaku usaha nasional. Tetapi jika dilihat dari sisi sumbangan revenuenya secara kelompok, kontribusi UMKM ini sangat rendah dibanding potensinya.

Padahal dengan adanya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA), perusahaan Indonesia terutama yang skalanya kecil dan menengah yang paling terkena dampak karena mereka belum siap menghadapi pertempuran itu, ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan kegiatan yang dipilih oleh Pemerintah selaku pembina merupakan kegiatan yang tidak mempunyai dampak luas sehingga tidak secara strategis dipikirkan apakah itu tepat akan transformasi sebuah UKM menjadi kompetitif dan berhasil.

Selain itu, tambahnya, telah terjadi pemborosan karena kegiatan yang dipilih seharusnya dengan biaya yang lebih murah.

"Dua hal yang saya amati yaitu Pemerintah tidak mengarahkan bagaimana pemanfaatan Internet secara optimal, karena sebenarnya Internet bisa dimanfaatkan secara baik bukan saja untuk transaksi, melainkan sebagai media komunikasi dan media riset netnographi. Selain itu Pemerintah juga belum secara spesifik membina UKM pada pemahaman tentang strategi branding yang benar," ujar Amalia, lulusan School of Marketing, the University of New South Wales, Australia.

Dikatakannya, berita baik bagi UKM yang perlu disampaikan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah adalah saat ini uang atau modal bukan segalanya. Keunggulan kompetitif yang bisa dikedepankan untuk mencapai tujuan perusahaan adalah kreativitas dalam optimalisasi Internet baik untuk promosi maupun untuk menggali "consumer insights", dan strategi "branding" yang tajam.

Yang masuk dalam cakupan media Internet adalah media kontemporer di antaranya website, blog, e-forum, jaringan sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Komunitas.

Amalia juga berpendapat Pemerintah belum mendukung dan membina UKM untuk memanfaatkan media baru secara benar dan secara maksimal.

Dikatakannya, Pemerintah salah mengerti jika berpandangan bahwa bahwa pemanfaatan Internet berarti ujungnya adalah bertransaksi secara "online".

"Ini menjadi sangat tidak efektif dan efisien, karena tingkat kesulitan transaksi online bisa jadi paling tinggi dibanding kegiatan via Internet lainnya," katanya.

Untuk sampai kesana, menurut dia, beberapa tahap harus dilalui mulai dari yang mudah terlebih dahulu, yaitu manfaatkan Internet untuk komunikasi (promosi), dan ini bukan hanya komunikasi satu arah, tetapi juga dua arah; dan untuk riset atau studi tentang konsumen. Banyak pengusaha kecil dan menengah yang mulai melirik berbagai media baru ini, tetapi masih tergagap-gagap mengikuti perkembangan media komunikasi yang lebih canggih ini.

"Pemerintah bisa berperan lebih jauh dalam meningkatkan kemampuan UKM dalam promosi dan riset," katanya.

Berdasarkan pengamatannya, perusahaan masih belum terbiasa dengan pemasaran gaya baru, sehingga sikapnya menjadi kikuk. Kaki sebelah di alam tradisional, kaki yang lain sudah masuk ke alam kontemporer. Kalaupun kegiatan komunikasi dan riset/informasi ini sudah dilakukan, tetapi dengan interpretasi sendiri. Terlalu tinggi biaya "trial and error" yang dikeluarkan dan akhirnya patah semangat karena lebih banyak yang tidak berhasil, ujarnya.

Melalui media baru, semua kegiatan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Komunikasi "brand" ke konsumen makin cepat dengan bantuan teknologi dan mampu memilih jangkauan peserta tertentu saja (lebih segmented). Biaya komunikasi menjadi makin murah (cost per contact).

"Untuk menjangkau konsumen tidak lagi harus menggunakan media yang mahal seperti iklan TV, Billboard, event," tambah Amalia yang telah memimpin banyak studi "Consumer insights" dan "MarComm evaluation" untuk berbagai perusahaan.


Riset "Online"
Pada setiap tahapan branding, katanya, perusahaan membutuhkan dukungan data dan data tidak selalu harus data yang bersifat angka-angka.
"Perusahaan bisa menggali consumer insights melalui media Internet dan ini yang disebut dengan netnografi, sebuah pendekatan etnografi melalui penggalian insight melalui media Internet untuk mencari umpan bailk, yang dikaitkan dengan strategi branding," ujarnya.

Menurut dia, Internet bisa menjadi media riset yang sangat ekonomis, bahkan kadangkala tidak perlu biaya. Internet bersifat interaktif, maka bisa menggunakan fasilitas feedback langsung, jika mau. Kegiatan riset seperti ini sangat efektif dan efisien.

Ditambahkanya, riset selalu menjadi permasalahan karena dianggap sulit dan mahal.

"Hanya berpegang pada intuisi saja tidak cukup untuk bisa mengembangkan usaha. Keputusan strategis harus didukung oleh data riset pasar. Sayangnya biaya riset pasar konvensional makin hari makin mahal. Apakah itu berarti perusahaan UKM harus berjalan tanpa riset? Tentu saja tidak, jangan mengambil resiko mengambil keputusan penting hanya dengan segudang asumsi saja," katanya.

Mengerjakan riset sendiri adalah solusi untuk memperoleh informasi "consumer insights". Riset menjadi tidak sulit, dan tidak mahal, dan tidak harus menjadi seorang profesional untuk bisa menjalankan riset pasar dengan baik.

Pada bagian lain Amalia, mengatakan pada umumnya UKM tidak mempunyai Peta Perjalanan Brand yang jelas; dan perencanaan yang matang bagaimana untuk mencapai tujuan jangka panjang. Aktivitas pemasaran UKM cenderung lebih sporadis, lebih jangka pendek, hanya mencari keuntungan atau penjualan dalam waktu singkat. Dengan kata lain pemahaman strategi branding di tingkat UKM sangat lemah.

Padahal ada berbagai hal yang dimiliki oleh perusahaan UKM yang tidak dimiliki oleh perusahaan besar, dan ini harus dimengerti sebagai keunggulan yang harus digunakan secara maksimal agar bisa jadi pemenang pasar.

Perusahaan kecil dan menengah memiliki beberapa kecenderungan antara lain lebih open mind, lebih fleksibel, lebih cepat dalam mengambil keputusan, lebih mudah menerima saran dan perbaikan untuk berubah mengikuti kemauan pasar dan dalam proses disain produk, lebih interaktif dengan konsumen.

"Pemerintah harus mendorong secara kuat agar keunggulan yang sebenarnya dimiliki UKM ini direalisasikan, dengan pelatihan-pelatihan tepat sasaran," demikian Amalia yang mempunyai sederet pengalaman praktis di perusahaan terkemuka seperti Frisian Flag Indonesia dan Unilever Indonesia. (*/sun)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Facebook Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Jumat, 30/07/2010 10:07 WIB | Nusantara
Mahoni Berdiameter 2,5 Meter Ditemukan di Banyuwangi
Mahoni Berdiameter 2,5 Meter Ditemukan di Banyuwangi
Banyuwangi, (ANTARA) - Pohon mahoni berdiameter 2,5 meter hingga kini masih ditemukan di kaki Gunung Ijen...

Jumat, 30/07/2010 09:15 WIB | Payakumbuh
Tugu Ratapan Ibu akan Jadi RTH dan Taman Kota
Tugu Ratapan Ibu akan Jadi RTH dan Taman Kota
Payakumbuh,(ANTARA) – Pemerintah kota Payakumbuh berencana akan mengembangkan kawasan d tugu Ratapan Ibu...

Jumat, 30/07/2010 07:51 WIB | Nasional
Dewan Pers: Infotainment Tidak Boleh Siarkan Gosip
Dewan Pers: Infotainment Tidak Boleh Siarkan Gosip
Jakarta, (ANTARA) - Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan, infotainment tidak boleh menyiarkan gosip ...

Kamis, 29/07/2010 22:19 WIB | Payakumbuh
Pembangunan Kampus Unand Payakumbuh Terus Dipacu
Pembangunan Kampus Unand Payakumbuh Terus Dipacu
Payakumbuh, (ANTARA) - Pembangunan kampus Unand di Payakumbuh terus di pacu. Ruangan kuliah yang sedang d...

Kamis, 29/07/2010 22:12 WIB | Kab. Lima Puluh Kota
Kepala Kantor Jaga PLN Turun Tangan
Kepala Kantor Jaga PLN Turun Tangan
Limapuluh Kota, (ANTARA) - Pengecekan pemakaian listrik lewat meteran pelanggan yang selalu dilakukan tia...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai