Nasional | Selasa, 10/08/2010 13:06 WIB
Jenazah Pilot Pesawat Trike Dikebumikan di Sirnaraga
Bandung, (ANTARA) - Jenazah Noto Cipto Nartomo (56), pilot pesawat Trike yang jatuh dan ditemukan di Gunung Karasak Cisewu Kabupaten Garut, dikebumikan di TPU Sirnaraga Padjajaran, Bandung, Selasa.
Pemakaman Noto diselimuti suasana duka yang mendalam itu, dipimpin Danlanud Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo, dihadiri oleh ratusan pelayat yang terdiri dari kerabat, rekan kerja dan sesama atlet dan pengurus Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordirga) dan Federasi Aero Sport Indonesai (FASI) Jabar.
"Indonesia kehilangan salah satu atlet andalan olahraga dirgantara. Kami merasa begitu kehilangan sosok almarhum," kata Gutomo dihadapan ratusan pelayat.
Sementara istri Noto, Wini Wulandini seketika pecah tangisnya kala jasad sang suami dimasukan ke liang lahat.
Menurut perkiraan, pesawat Trike PKS-135 yang dipiloti Noto dan Panji, menabrak gunung, sebelum akhirnya pesawat meledak. Hal ini tampak dari bangkai pesawat yang hancur berkeping-keping di sekitar lokasi.
"Dipastikan langsung meninggal saat kejadian, jika mereka masih bertahan hidup di hutan, rasanya tidak mungkin karena kami pernah menyisir sebanyak 10 kali di udara dan tidak ada isyarat apapun," ujar Ivan Jaya Putra, rekan korban.
Lanjut Ivan, jasad Noto dikebumikan berikut peti jenazahnya, mengingat jasad sudah berupa kerangka setelah 1,5 bulan penemuan dari tanggal terakhir kontak, yaitu 4 Juli 2010.
Di tempat lain, Muhamad Panji yang juga menjadi korban dari jatuhnya pesawat Trike PKS-135, dimakamkan di Munggang, Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa. (*)