Sabtu, 11 Februari 2012 M / 18 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 01:10 WIB
Internasional | Sabtu, 07/08/2010 13:14 WIB

Kemampuan Produksi Vaksin Indonesia Layak Dicontoh

Bandung, (ANTARA) - Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof Dr Zuhal menilai kemampuan produksi vaksin Indonesia yang diperankan PT Bio Farma sangat layak menjadi contoh bagi negara-negara Islam anggota IDB untuk menuju kemandirian vaksin.

"Indonesia mempunyai industri vaksin yang memiliki keunggulan kompetitif yaitu Bio Farma. Kemampuan produksi dan inovasinya pantas menjadi contoh bagi negara lain khususnya negara-negara Islam," kata Zuhal pada "6th Annual Meeting 2010 IDB Self Reliance in Vaccine Production (SRVP) Programme" di Bandung, Sabtu.

Menurut Zuhal, dari sisi teknologi, PT Bio Farma telah banyak melakukan inovasi sehingga mampu memproduksi berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Inovasi teknologi ini menjadikan Indonesia selangkah lebih unggul dibandingkan negara-negara Islam anggota Bank Pembangunan Islam (IDB) dalam hal industri vaksin.

Keunggulan yang dipunyai Indonesia dengan Bio Farma-nya dapat menjadi nilai lebih untuk ditularkan kepada negara-negara Islam yang menjadi anggota IDB.

Menurut Zuhal, sudah saatnya negara Islam mulai mengembangkan industri vaksin sendiri.

"Negara Islam mempunyai kekayaan hayati yang dapat dikembangkan sebagai sumber produksi vaksin," kata Zuhal.

Melalui kemampuan untuk memproduksi vaksin, berarti negara-negara Islam anggota IDB dapat memenuhi kebutuhan vaksin sendiri," kata pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi itu.

Sementara itu pelaksanaan "6th IDB-SRVP Annual Meeting" memasuki hari kedua, Sabtu (7/8). Pada hari kedua ini dilakukan pembahasan mengenai agenda program IDB ke depan.

Direktur Utama PT Bio Farma Drs Iskandar Apt MM terlipilih sebagai pemimpin sidang. Sejumlah delegasi menyampaikan pandangan dan upaya pengembangan vaksin di negara masiung-masing.
Beberapa di antaranya mencetuskan sejumlah rencana untuk merealisasikan kemandirian vaksin di kalangan negara Islam anggota IDB.

Ketua Delegasi IDB Mohammed Ali Toure mengatakan, perlu kerja sama antarnegara Islam dalam pengembangan industri vaksin.

"Kerja sama bisa melalui pelatihan SDM maupun sharing technology," kata Toure.

Bentuk kerja sama dapat digagas oleh negara-negara anggota IDB dalam pertemuan tahunan di Bandung ini. Formula kerja sama dapat diputuskan setelah masing-masing negara melakukan diskusi untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi.

"Apabila ada masalah yang terkait finansial, IDB siap membantu," kata Ali Toure

Untuk menuju kemandirian vaksin, kata dia negara Islam anggota IDB perlu melakukan riset. Pemenuhan kebutuhan riset ini harus didukung dengan laboratorium yang memadai.(*/tdy)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Share Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Jumat, 10/02/2012 22:09 WIB | Propinsi
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan orang Minang bisa menjadi ins...

Jumat, 10/02/2012 21:29 WIB | Propinsi
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Padang, (ANTARA) - Potensi zakat penghasilan dari pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi ...

Jumat, 10/02/2012 21:23 WIB | Kab. Pasaman
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
Lubuk Sikaping, Sumbar, 10/2 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumater...

Jumat, 10/02/2012 18:43 WIB | Kab. Pasaman
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Lubuk Sikaping, Sumbar, (ANTARA) - Sebanyak 70 santri Pondok Pendidikan Al Quran (PPA) Masjid Agung Nagar...

Jumat, 10/02/2012 10:58 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari

Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Su...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai