Sabtu, 11 Februari 2012 M / 18 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 00:56 WIB
Nusantara | Sabtu, 24/07/2010 11:48 WIB

Pengelola PNPM Matua Diduga Serobot Tanah Warga

Dompu, NTB, (ANTARA) - Pengelola proyek program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan yang berlokasi di Dusun Selaparang, Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, diduga menyerobot tanah warga.

"Warga tidak pernah diajak bicara soal proyek pembukaan jalan ekonomi sepanjang tiga kilometer itu. Mereka langsung mendatangkan alat berat dan memotong tanah saya dua meter," kata Junaidin M Ali, salah satu warga pemilik tanah, di Dompu, Sabtu.

Proyek program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan yang sedang dikerjakan saat ini adalah pembukaan jalan ekonomi sepanjang tiga kilometer.

Namun masyarakat mempersoalkan proyek tersebut karena diduga menyerobot tanah milik warga tanpa ada pembicaraan sebelumnya dengan pemilik tanah.

Kasus ini telah dilaporkan warga setempat kepada aparat kepolisian di Polres Dompu.

Menurut Junaidin saat proyek yang mendapat dana dari pemerintah pusat itu dikerjakan, dirinya dan beberapa warga lain sudah berusaha menegur pengurus PNPM setempat.

"Namun teguran itu tidak digubris. Proyek tersebut dihentikan pengurus PNPM ketika saya dan warga lain melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dompu," katanya.

Tidak hanya Junaidin, Khairuddin warga Pena To'i di Kota Bima juga menjadi korban. Tanahnya seluas 40 meter persegi miliknya sudah dipotong dan dijadikan jalan. Pemotongan tanah tersebut tepat berada di tengah-tengah tanahnya.

"Kami terpaksa membawa kasus ini ke jalur hukum dengan dugaan pengurus PNPM Desa Matua melakukan penyerobotan tanah," kata Khairuddin ketika ditemui di Mapolres Dompu.

Khairudin menyadari bahwa pembukaan jalan ekonomi yang didanai PNPM itu untuk kepentingan warga. Meski demikian untuk mendapatkan izin penggunaan dan pemakaian tanah warga harus melalui pembicaraan, tidak boleh semena-mena.

"Apakah boleh menggunakan tanah milik warga tanpa izin, meski untuk kepentingan negara," katanya.

Kapolres Dompu AKBP Kumbul KS ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Lalu Salehuddin membenarkan laporan tersebut.

"Polisi masih menyelidiki kasus ini, kami tidak akan gegabah. Yang menjadi kendala adalah proyek tersebut untuk kesejahteraan rakyat," katanya

Menurut Salehuddin pihaknya tidak akan gegabah menangani kasus ini, namun polisi tetap akan menyelidikinya dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk pengurus PNPM Desa Matua.

"Mereka sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Mereka dijadikan tersangka," katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Dompu H Sudirman Hamid mengaku belum mengetahui kasus tersebut.

"Saya menganggap proyek PNPM di Kabupaten Dompu tidak ada kendala. Tetapi kalau benar ada masalah, itu merupakan pelanggaran. Proyek ini memang untuk kepentingan warga, namun tidak serta merta harus menimbulkan persoalan di tengah masyarakat," katanya.

Sudirman berjanji akan memanggil pengurus PNPM Desa Matua untuk dimintai klarifikasi. "Jika benar, kami akan memediasi kedua belah pihak untuk mencari solusinya," kata Sudirman. (*/ril)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Share Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Jumat, 10/02/2012 22:09 WIB | Propinsi
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan orang Minang bisa menjadi ins...

Jumat, 10/02/2012 21:29 WIB | Propinsi
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Padang, (ANTARA) - Potensi zakat penghasilan dari pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi ...

Jumat, 10/02/2012 21:23 WIB | Kab. Pasaman
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
Lubuk Sikaping, Sumbar, 10/2 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumater...

Jumat, 10/02/2012 18:43 WIB | Kab. Pasaman
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Lubuk Sikaping, Sumbar, (ANTARA) - Sebanyak 70 santri Pondok Pendidikan Al Quran (PPA) Masjid Agung Nagar...

Jumat, 10/02/2012 10:58 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari

Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Su...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai