Nasional | Jumat, 10/09/2010 17:24 WIB
Puncak Arus Balik Terminal Pulogadung Diperkirakan Mundur
Jakarta, (ANTARA) - Puncak arus balik penumpang di terminal Pulogadung, Jakarta Timur diperkirakan akan mundur pada H+7 dari tahun sebelumnya yang jatuh pada H+6, karena jatuh pada hari kerja.
"Penumpang yang akan memasuki terminal Pulogadung tahun ini diperkirakan akan mundur dari biasanya karena masih bertepatan dengan hari kerja, bahkan bisa mencapai H+7 atau H+8," ujar komandan regu pengamanan Terminal Pulogadung, ML. Pattikawa ketika ditemui, Jumat.
Menurut dia, penumpang lebih memilih untuk kembali ke Jakarta pada akhir pekan jadi mereka masih memiliki satu hari untuk beristirahat sebelum kembali beraktivitas.
Mengenai jumlah penumpang yang akan tiba pada hari puncak arus balik mudik lebaran tersebut juga akan terjadi peningkatan hampir dua kali lipat, berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya.
"Jika pada tahun sebelumnya penumpang yang berangkat mencapai sekitar 13 ribu orang dan tiba sebanyak 31 ribu penumpang, maka tahun ini diperkirakan akan mencapai sekitar 13 ribuan penumpang, karena pada puncak arus mudik tahun ini hanya mencapai tujuh ribuan penumpang," ujarnya.
Mengenai pengerahan bus bantuan lebaran untuk tahun ini tidak ada satupun yang di kerahkan pada arus mudik, padahal tahun lalu mencapai 24 unit bus yang diberangkatkan pada tiga hari sebelum lebaran.
"Kebanyakan dari bus bantuan tersebut masih parkir di pool terminal selama hampir seminggu, tapi tahun ini sepertinya bus-bus tersebut tidak diperlukan," kata Pattikawa.
Bus bantuan tersebut disediakan oleh sejumlah Perusahaan otobus (PO) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik lebaran tahun ini.
Mengenai situasi keamanan di terminal, ia mengatakan pihaknya belum menerima laporan tindak kejahatan dan sebagainya hingga hari Lebaran yang jatuh pada tanggal 10 September 2010.
Menurut dia, situasi keamanan yang kondusif tersebut dikarenakan pengamanan yang dilakukan pihak Polres Metro Jakarta Timur dan Brimob yang mengerahkan sejumlah personilnya untuk mengamankan lokasi.
Berdasarkan data yang didapat dari pos pengamanan terminal, hingga kini baru tercatat satu kasus pencopetan yang terjadi di luar kawasan terminal pada H-5 atau tanggal 5 September 2010. (*/wij)