Nasional | Jumat, 27/08/2010 18:42 WIB
ABG Tawuran Pakai Senjata Tajam di Lhokseumawe
Lhokseumawe, (ANTARA) - Belasan anak baru gede (ABG) di Desa Hagu Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terlibat tawuran antar dusun dengan menggunakan senjata tajam, Kamis (26/8) malam, sehingga mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka.
Kapolsek Banda Sakti Iptu Ibrahim Prades di Lhokseumawe, Jumat
membenarkan telah terjadi tawuran antar remaja di daerahnya sekitar pukul 21.30 WIB.
Aksi tawuran antar remaja tersebut berlangsung di tengah warga lainnnya sedang melaksanakan ibadah tadurus. Tawuran yang berujung saling serang dengan senjata tajam (parang) dan saling lemparan batu membuat suasanan dua dusun setempat mencekam, Tiga anak yang alami luka-luka diboyong kesalah satu rumah sakit di Lhokseumawe.
Menurut keterangan sejumlah warga, tawuran tersebut dipicu
persoalan kecil. Awalnya, seorang anak berinisial Ri (13), saling
melecehkan dengan rekan-rekannya di depan warung kopi Desa Hagu
Teungoh.
Hal itu berlanjut saling pukul dan Ri kalah. Tidak terima kalah dalam perkelahian itu, Ri mengadu kepada abangnya RR (17). Tidak lama kemudian, RR muncul dengan membawa 12 temannya ke lokasi kejadian
perkelahian.
RR dan bersama 12 temannya langsung menyerang sejumlah anak yang duduk di depan warung kopi. Perkelahian tidak terelakkan, anak yang tadinya tidak terlibat dalam persoalan itu, ikut terkena pukulan.
"Kelompok anak yang menyerang juga membawa sebilah parang dan
sejumlah batu. Tawuran baru reda setelah pihak kepolisian Polsek Banda
Sakti tiba di lokasi kejadian," kata saksi mata.
Kapolsek Prades mengatakan, akibat insiden tersebut tiga anak
mengalami luka-luka, yakni AR (16) dan Rid (17), warga Tumpok Teungoh,
dan MF (16) warga Hagu Teungoh.
Menurut MF, saat kejadian itu dirinya baru pulang dari pusat Kota Lhokseumawe. Karena melihat ada keramaian di depan warung, MF mencoba mencari tahu. Tapi, akhirnya MF ikut dibalbal sekelompok anak yang dipimpin RR.
Menurut Kapolsek Prades, pihaknya mengamankan tiga anak yang
diduga sebagai pelaku utama tawuran, yaitu RR dan Re (16), bersama
barang bukti sebilah parang dan satu unit sepeda motor yang dirusak
oleh pelaku.
Prades menuturkan, kasus tersebut akan diselesaikan secara
perdamaian melalui adat desa dengan memanggil kepala desa, petua adat,
dan tokoh agama di desa setempat.
"Semuanya sudah kta panggil, termasuk orangtua dari anak-anak
yang terlibat tawuran, jadi persoalan ini kita selesaikan secara
baik-baik, mengingat jalan damai dengan dilakukan tepung tawar
terhadap korban lebih baik atas kesepakatan bersama," katanya. (*)