Kab. Tanah Datar | Kamis, 26/08/2010 18:16 WIB
24 Sekolah Ikuti Lomba Puisi Koor Dakwah ke-18

Tanahdatar, (ANTARA) - Sebanyak 24 sekolah setingkat MTsN dan SLTP se-Kabupaten Tanahdatar mengikuti Lomba Puisi Koor Dakwah yang digelar
MTsN Batusangkar, Kamis (26/8). Lomba yang dilaksanakan setiap tahun ini memasuki yang ke-18 kalinya.
Hadir pada acara lomba tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Tanahdatar diwakili Kasi Masalah Pendidikan Agama dan Madrasah (Mapenda) Drs. Yusmarli, Kepala MTsN Batusangkar Drs. Juliasman, unsur Muspika Limo Kaum, guru pembimbing dan ratusan pelajar peserta lomba.
Kepala MTSN Batusangkar Juliasman menyampaikan ada peningkatan jumlah dan motivasi sekolah untuk mengikuti lomba puisi koor dakwah tersebut bila dilihat dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
"Kondisi ini menunjukkan apresiasi dari pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, yang menjadi rangkaian pembelajaran di setiap sekolah," ucap Juliasman.
Apresiasi membaca puisi koor dakwah ini, tambahnya, merupakan konsep baru dalam baca puisi, karena melibatkan banyak siswa yang membaca dengan mengembangkannya menjadi suatu bentuk pementasan dengan pakaian dan alat musik pendukungnya.
Para peserta lomba, katanya, tentu membutuhkan waktu persiapan dan latihan, karena konsepnya cukup berbeda dengan membaca puisi konvensional dengan tunggal pembaca.
"Tema yang dikandung dalam lomba ini merupakan dakwah dalam mengisi Bulan Suci Ramadhan yang diungkapkan dalam syair-syair puisi. Berpuisi dan dakwah merupakan tema yang diusung dalam lomba ini," tutur Juliasman.
Ia menyebut lomba antar pelajar SLTP ini menghadirkan juri dari kalangan seniman, baik penyair puisi atau seniman teater. Hal ini sebagai upaya melahirkan peserta terbaik yang berbakat, dan jauh dari unsur kepentingan atau kolusi dan nepotisme.
Ditambahkannya, even ini diangkat untuk apresiasi semata, bukan untuk menunjukan bahwa siswa tuan rumah harus menjadi juara. Dimana kondisi ini telah terlihat pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, saat MTsN Batusangkar tidak mendapat juara.
Kasi Mapenda Kemenag Tanahdatar Yusmarli sangat menyambut baik kegiatan lomba tersebut yang digelar setiap tahunnya.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi bagi sekolah dan MTsN yang tidak mengikuti, kalau perlu memberikan peringatan, karena kegiatan seperti ini merupakan ajang kreatifitas pelajar sekolah.
Dua orang juri yang melakukan penilaian adalah Yetty, A.Ka, Penulis dan Pekerja sastra, dan Tia Setiawati, Sutradara dan Pemain Teater. Keduanya bakal menilai tiga puisi panjang yang disediakan, yang berjudul Diwan Syams-I Tabriz karya Jalaluddin Rumi, Doa Pembuka karya Hermananda, dan Renungan dari KH. Mustafa Bisri. (fan)