Kab. Pesisir Selatan | Rabu, 25/08/2010 23:05 WIB
Sejumlah Ruang Kelas SMPN 2 Pessel Tak Layak Pakai
Painan, (ANTARA) – Sebagian besar ruangan di SMPN 2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tidak layak dipakai untuk proses belajar mengajar.
Pantauan antara-sumbar.com , sebagian besr lokal sekolah tertua kedua di Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan (Pessel) dengan jumlah murid 557 orang itu sudah hancur dan atapnya sudah bocor.
Dari 17 ruang belajar yang ada, tujuh lokal di antaranya sudah tidak layak huni sehingga siswa menempati ruang tidak layak huni itu, terpaksa diungsikan belajar di ruang labor,
Sekolah yang memiliki 17 rombongan belajar (rombel) itu, memberlakukan sistem pembelajaran satu ship. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan efektifitas pembelajaran terhadap siswa dalam meningkatkan kualitas dan prestasi siswa.
Salah satu pelajar di kelas VII A ,Akbar Agustian mengatakan pada musim hujan lalu, siswa banyak ketinggalan mata pelajaran karena ruang labor yang dijadikan sebagai alternatif untuk pengganti ruang belajar atapnya sudah bocor.
Sementara, Kepala SMPN 2 Lengayang, Yulmedia mengatakan Walaupun dilakukan pemindahan ruang belajar bagi siswa yang lokalnya sudah hancur ternyata belum dapat menyelesaikan persoalan karena ruang pengganti atapnya juga terdapat kerusakan dan harus diperbaiki.
"Kondisi ini sudah diketahui oleh dinas pendidikan. Bahkan tahun 2009 lalu sudah dijanjikan mendapat bantuan gedung baru dan rehab, tapi kenyataan yang dihadapi sekarang berbeda karena dari beberapa data proyek rehab pembangunan RKB, sekolah ini tidak termasuk," jelasnya.
"Saya berharap agar apa yang dikeluhkan oleh siswa dan para guru di sini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. karena ini akan berpengaruh terhadap kualitas dan prestasi siswa nantinya," tambahnya.(non/ril)