Propinsi | Jumat, 03/09/2010 07:10 WIB
Pengemis Bengkulu Meningkat Selama Ramadhan
Bengkulu, (ANTARA) - Jumlah pengemis yang beroperasi di Kota Bengkulu selama bulan Ramadhan tahun ini meningkat 40 persen.
"Kami melakukan penertiban jika keberadaan pengemis mulai meresahkan masyarakat," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bengkulu, Khairul Saleh, Kamis.
Menurut dia, jumlah pengemis di Bengkulu naik lebih dari 40 persen dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Mereka umumnya berasal dari luar daerah, baik dari provinsi tetangga dan kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.
Para pengemis dengan dalih dan modus beragam itu beroperasi memanfaatkan kedatangan bulan puasa dan menjelang lebaran. Mereka beroperasi di beberapa simpang lampu merah yang banyak pengemudi kendaraan berhenti.
"Saat ini, Satpol PP terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan mereka melalui razia di berbagai tempat yang disinyalir menjadi konsentrasi para pengemis," ujarnya.
Ia mengimbau kepada seluruh warga agar ekstra-waspada terhadap tren peningkatan jumlah pengemis di beberapa daerah di daerah ini, terutama wilayah kota, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kejahatan.
"Jangan mudah percaya kepada orang yang datang meminta bantuan jika tidak memiliki surat izin/keterangan yang cukup," katanya.
Selain markanya pengemis di jalanan juga maraknya pengemis serta peminta-minta sumbangan dengan dalih untuk membangun masjid atau pondok pesantren ini selama dua pekan terakhir memang banyak dikeluhkan warga.
Seperti dituturkan oleh Desi, warga Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Dia mengatakan beberapa kali rumahnya didatangi pengemis dan peminta sumbangan. Kedatngan para peminta tersebut cukup mengganggu kenyamanan masyarakat karena peminta tersebut tidak hanya satu orang melainkan secara bergantian.
Kejadian pertama dilakukan oleh seorang ibu-ibu yang berpenampilan pengemis. Perempuan yang tak pernah kelihatan sebelumnya itu awalnya hanya meminta uang, tetapi ketika ditolak, dia justru meminta sumbangan bentuk bantuan lainnya.
Berikutnya yang membuat Dei tak kalah tak nyaman adalah berkeliarannya sejumlah pria asing dengan pakaian muslim lengkap yang datang meminta sumbangan uang.
Tujuannya sama, yakni meminta sumbangan untuk sebuah masjid yang berasal dari luar kota. (*/wij)