Propinsi | Jumat, 23/07/2010 20:09 WIB
BKSDA Sumbar Lepaskan Enam Ekor Trenggiling
Padang, (ANTARA) – Enam ekor tranggiling dari delapan ekor yang diamankan Polisi Air dan Udara Polda Sumbar (Polairud) dari penyelundupan dengan menggunakan Kapal Ambu-Ambu dari Mentawai yang dilakukan tersangka yang berhasil melarikan diri.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kemudian melepaskan enam ekor tranggiling tersebut di Taman Hutan Raya Bung Hatta, Kota Padang, Jum’at sekitar pukul 15.00 WIB, setelah diserahkan oleh Polairud.
“Kami tadi telah melepaskan enam ekor trenggiling yang diamankan Polairud kemarin, setelah dinyatakan sehat dan layak untuk dilepaskan kea lam bebas berdasarkan pemeriksaan dokter hewan,” ungkap Kasat Polhut BKSDA, Borjono, pada antara-sumbar.com, Jum’at (23/7).
Dari delapan ekor tranggiling tersebut satu ekor diantaranya dilepaskan ke kebun binatang Sawahlunto, dan satu lainnya mati diduga karena stres.
“Trenggiling yang mati tersebut diduga stres, karena telah lama di dalam tempat penyimpanan atau drum, padahal kami semalam setelah menerima trenggiling ini telah menyiramnya dengan minuman manis agar ada semut yang datang,” ungkapnya.
Dia menambahkan, baru mengetahui salah satu trenggiling tersebut mati setelah pagi hari saat membuka tutup penyimpanan tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan dokter hewan dinyatakan bahwa trenggiling tersebut mati karena stres.
Selain melepas trenggiling tersebut, BKSDA juga melepaskan 90 burung murai Batu Padi dari 100 ekor yang ditangkap Poairud kemarin (Rabu,22/7) dari pelaku penyelundupan yang berbeda, Faizal (40), di kawasan Limau Manis, kampus Unand, Kota Padang.
“Kami juga melepaskan 90 ekor niring murai malam tadi, dan 10 ekor lainya mati, diperkirakan penyebab kematianya sama dengan trenggiling yakni karena stress,” ungkapnya mengakhiri. (eko/tdy)