Pariaman | Kamis, 09/09/2010 20:31 WIB
Kembang Api Warnai Malam Takbiran di Pariaman
Pariaman, (ANTARA) - Letusan kembang api mewarnai malam takbiran di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Kamis malam (9/9).
Pantauan antara-sumbar.com di lapangan, bunyi letusan kembang api hampir serentak berbunyi di tengah kota seusai pelaksanaan Shalat Maghrib.
Pemasangan kembang api tersebut pertanda kemenangan menyambut Idul Fitri 1431 Hijriyah, kata Hendri (28), seorang warga Pariaman yang ikut menyalakan kembang api.
"Setelah sebulan berpuasa, dan pelarangan petasan di Pariaman, inilah saatnya kemenangan dan kebebasan," kata Hendri ditemui di lapangan Merdeka Pariaman, Kamis malam.
Menurutnya pemasangan kembang api tidak berbahaya karena kembang api meletus saat terbang di langit.
Letusan kembang api membuat senang sejumlah warga, namun banyak juga yang merasa terganggu.
Seperti dialami Wina (25), seorang ibu rumah tangga di Pariaman merasa terganggu dengan letusan kembang api yang lebih keras ketimbang gema takbir.
"Seharusnya mereka itu bertakbir di masjid atau mushalla, bukan mengganggu orang," tukasnya geram.
Malam takbir, kata Wina, merupakan malam suci yang seharusnya dipenuhi dengan kegiatan bermanfaat.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Satpol-PP Pariaman, Padrial menyatakan, bila kembang api sudah meresahkan masyarakat tentu pihaknya akan bertindak.
Pada malam takbiran ini, katanya, anggotanya akan melakukan patroli dan akan menertibkan bila ada yang mengganggu kenyamanan umum. (goy/wij)