Padang | Rabu, 08/09/2010 12:31 WIB
Jema'ah Naqshabandiyah Padang Laksanakan Shalat Idul Fitri
Padang,(ANTARA)- Sekitar 200 pengikut Jema'ah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur Pasar Baru Kecamatan Pauh Padang telah melaksanakan shalat Idul Fitri 1431 Hijriyah pada Rabu (8/9).
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Surau Baitul Makmur yang berada 15 km dari Kota Padang dimulai sejak jam 08.00 berlangsung dengan khidmat dan khusyuk yang diawali dengan membaca lafaz takbir.
Shalat Idul Fitri yang dipimpin oleh imam Edizon Revindo dilanjutkan dengan Khatib Idul Fitri dalam bahasa arab yang disampaikan mursyid (pimpinan) Jema'ah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Syafri Malin Mudo.
"Mengacu pada perhitungan metode hisab Munjid yang kami gunakan dalam menentukan awal bulan, 1 Syawal 1431 Hijriyah jatuh pada hari ini ," kata Mursyid (pimpinan) Jema'ah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Syafri Malin Mudo di Padang,Rabu usai pelaksanaan shalat.
Menurutnya, metode hisab munjid yang digunakan oleh Jema'ah tarekat Naqshabandiyah untuk menentukan awal bulan langsung berasal dari Mekah yang dikarang oleh ulama besar di zaman Rasulullah.
"Hari ini semua pengikut tarekat Naqshabandiyah di Sumatera Barat yang berjumlah 8000 orang telah berlebaran,"kata dia.
Ia mengatakan walaupun berbeda pelaksanan Idul Fitri dengan pemerintah tidak ada persoalan.
"Pemerintah memiliki dasar dalam penetapan Idul Fitri kami juga punya dasar yang mengacu pada Alquran dan Hadis," lanjut dia.
Bahkan , kata dia 2 September 2010 lalu, ia dipanggil Kementerian Agama di Jakarta untuk membahas perbedaan Idul Fitri bersama ormas-ormas Islam se Indonesia.
"Semua pihak yang menghadiri pertemuan tersebut bisa memahami kenapa kami melaksanakan Idul Fitri lebih awal," katanya.
Di Padang terdapat beberapa Masjid/Mushala yang menjadi pusat peribadatan Jema'ah Tarekat Naqshabandiyah. Di Pasar Baru , Kecamatan Pauh, terdapat dua surau.
Yang terbanyak berada di Kecamatan Lubuk Kilangan sekitar tiga surau.(wan)