Nusantara | Kamis, 02/09/2010 17:08 WIB
Ribuan Perusahaan di Bogor Belum Daftar Jamsostek
Cibinong, (ANTARA) - Ribuan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum mendaftarkan karyawannya dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau Jamsostek.
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Bogor, Yosep Hernawan, mengatakan, jumlah perusahaan yang telah mendaftarkan karyawannya dalam program Jamsosotek baru sebagian kecil dari total perusahaan yang beroperasi di Bogor.
"Sebagian perusahaan sudah mendaftarkan karyawannya dalam program jamsostek, sedangkan sebagian lainnya belum," kata Yosep Hernawan, Kamis.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah tenaga kerja di Kabupaten Bogor yang telah tercatat mencapai 389.429 orang.
Para tenaga kerja tersebut terserap dalam 2.956 perusahaan yang tersebar di berbagai penjuru Kabupaten Bogor.
Perusahaan yang telah mendaftarkan karyawannya dalam program Jamssostek baru 1.063 dari 2.956 buah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang dan tersebar di penjuru Bogor.
Angka perusahaan yang belum mendaftarkan karyawanya dalam program Jamsostek, ternyata jauh lebih tinggi yaitu sebanyak 1.893 perusahaan.
"Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, karena secara tidak langsung menunjukkan masih rendahnya kesadaran pengusaha untuk memberikan hak perlindungan keselamtan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya," papar Yosep.
Menurut Yosep, pemenuhan hak keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting, karena disamping dapat meminimalisasi dampak dari terjadinya musibah yang tidak inginkan seperti cacat tubuh dan meninggal dunia, juga potensial meningkatnya dedikasi para pekerja terhadap perusahaan serta meningkatkan citra perusahaan di mata publik.
Oleh karena itu ke depan Pemerintah Kabupaten Bogor akan mendesak para pelaku dunia usaha agar lebih peduli terhadap jamsostek karyawannya.
Kepedulian tersebut sebagai keniscayaan untuk menjaga kelanggengan perusahaan dan stabilitas jangka panjang. Keberadaan karyawan merupakan faktor terpenting dari perputaran roda organisasi sebuah perusahaan. (*)