Nasional | Jumat, 30/07/2010 11:30 WIB
Buruh Petik Cengkeh Bisa Bergaji Jutaan per Hari
Manado, (ANTARA) - Buruh petik cengkeh bisa meraih pendapatan hingga jutaan rupiah, menyusul kenaikan ongkos yang dibayarkan pemilik cengkeh dari semula Rp2.000 per liter menjadi Rp2.500 hingga Rp3.000 per liter.
Roy Udung, salah satu buruh petik cengkeh di Kecamatan Tombulu, Minahasa, Jumat mengatakan, bila berhasil memanen rata-rata 100 liter setiap hari, maka dalam seminggu bisa mengantongi pendapatan Rp1,8 juta.
"Dalam satu pekan biasanya kerja enam hari, dengan rata-rata Rp1,8 juta seminggu dapat memenuhi kebutuhan keluarga meskipun dalam waktu temporer yakni dua hingga tiga bulan berdasarkan lama panen," kata Roy.
Penghasilan buruh cengkih dalam sebulan, kata Roy bisa di atas Rp7,2 juta, apabila bisa memanen lebih dari 100 liter setiap hari.
Ketua Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI), Octavianus Rondonuwu mengatakan biaya panen tahun ini merupakan tertinggi selama panen raya cengkih berlangsung.
Akibatnya banyak petani kesulitan membayar, karena pembayaran kepada buruh petik cengkih biasanya dilakukan di setiap akhir pekan.
"Bila hasil panen buruh petik capai 1.000 liter, maka petani harus menyediakan dana Rp3.000.000, sedangkan hasilnya diperkirakan Rp10 juta, tetapi prosesnya membutuhkan waktu cukup lama karena proses pengeringan bergantung pada sinar matahari," kata Octavianus.
Tingginya biaya panen cengkih di Kabupaten Minahasa dan daerah sentra lainnya di Sulut, kata Octavianus tak lepas dari kurangnya tenaga buruh petik akibat banyak tenaga kerja beralih bekerja sektor perdagangan dan transportasi, serta diperparah waktu panen berlangsung serentak di semua daerah sentra.
Perkembangan biaya panen untuk buruh petik cengkih, pada awal panen baru hanya Rp1.500 per liter, tetapi naik Rp2.000 per liter dua pekan kemudian meningkat menjadi Rp2.500 dan terakhir dan saat ini Rp3.000 per liter," kata Ketua Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI), Octavianus Rondonuwu. (*)