Nusantara | Jumat, 30/07/2010 11:25 WIB
Kemenag Bantu 20 Madrasah di Sultra
Kendari, (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) segera merealisasikan bantuan berupa dana "block grant" dari DIPA untuk 20 madrasah yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan dananya langsung disalurkan ke rekening madrasah itu masing-masing.
Kepala Seksi Sarana dan Prasaran, Kantor Kemenag Sultra Nurhawati Mahmud, Jumat, mengatakan, dana block grant 2010 yang akan disalurkan itu masih sedang diproses, dan akan disalurkan kepada masing - masing madrasah sebesar Rp300.
"Sekolah madrasah yang akan diberi bantuan itu hanya sekolah madrasah yang statusnya swasta yang ada di Sultra, dananya langsung diserahkan ke sekolah masing-masing," ujarnya.
Ia mengatakan keterlibatan pihaknya dalam hal ini, hanyalah sosialisasi program bantuan itu, memproses sekolah yang bisa mendapatkan bantuan dan melakukan pemantauan dari hasil penggunaan dana tersebut.
Ia mengatakan, meskipun program ini sudah mulai berjalan dari tahun 2006 hingga sekarang, namun masih banyak madrasah swasta yang belum kebagian bantuan itu.
"Masih banyak sekolah madrasah yang antri agar segera dibantu, tidak hanya madrasah swasta, tetapi juga madrasah negeri, karena peminat sekolah agama (madrasah) meningkat, namun dana bantuan yang diterima untuk madrasah masih minim, sehingga madrasah mengalami keterbatasan untuk menerima siswa siswi baru," katanya.
Ia juga mengatakan, walaupun dana yang diberikan oleh Kemenag pusat masih jauh dari harapan, setidaknya dari tahun 2006 sampai pada tahun ini, sudah banyak madasah swasta yang tersebar diseluruh kabupaten/kota Sulawesi Tenggara yang sudah layak pakai.
"Walaupun dana yang diberikan oleh pusat itu sangat terbatas, tetapi sudah banyak madrasah di Sulawesi Tenggara, yang sudah layak pakai, maksudnya dindin-dindingnya tidak lagi terbuat dari kayu, serta atapnya bukan lagi atap rumbia," ungkapnya.
Ia juga menghimbau kepada pemirintah, jika dalam suatu lokasi sudah dibangun sekolah negeri atau sekolah umum, maka pemerintah tidak perlu membangun madrasah, begitupula sebaliknya. (*)