Nasional | Jumat, 30/07/2010 11:15 WIB
Minyak Tanah Langka di Bengkalis
Bengkalis, (ANTARA) - Minyak tanah di Kabupaten Bengkalis, Riau, sejak Rabu (28/7) mulai langka, terutama di tingkat pengecer.
"Hampir sebagian besar kios-kios maupun kedai-kedai di dalam Kota Bengkalis dan sekitarnya, mengaku tidak menjual minyak tanah karena telah habis," terang warga Bengkalis, Arwan, Jumat.
Sementara Nesa, ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, mengaku telah berusaha mencari minyak tanah di sejumlah pengecer, namun sejumlah pedagang yang ditemuinya mengaku tidak lagi mengecer minyak tanah.
Kondisi ini membuat dia risau karena, menurut ibu satu anak ini,
minyak tanah merupakan bahan bakar utama dalam kegiatan memasaknya.
"Saya mengharapkan kalau bisa pemerintah jangan menarik minyak tanah dari pasaran karena justru akan menyulitkan orang miskin kayak saya ini yang masih ingin memasak dengan minyak tanah," katanya.
Nesa mengatakan, sejak terjadinya kasus kebakaran di berbagai daerah akibat meledaknya tabung gas, membuat dirinya dan sejumlah ibu rumah tangga lainnya khawatir jika menggunakan gas elpiji untuk memasak.
Pernyataan serupa juga diungkapkan Rajha, warga Desa Senggoro Kecamatan Mandau. Ia juga mengatakan jika sejak beberapa hari minyak tanah subsidi seharga Rp3.500/liter mulai menghilang.
"Untung saja minyak tanah yang saya beli kemarin masih tersisa, sehingga masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga," katanya.
Salah seorang agen penjualan minyak tanah di Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis, Purwanrto, mengatakan, minyak tanah memang telah habis terjual sejak beberapa hari lalu.
Kemungkinan besar pihaknya kembali akan menerima jatah minyak tanah sepekan lagi. Kendati demikian, menurutnya, di sejumlah pangkalan masih menjual, dan segera didistribusikan ke tingkat pengecer dengan harga yang relatif mahal.
"Ya, sebenarnya minyak tanah itu ada. Tapi harganya 'melangit'," terang dia.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bengkalis melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Fahrullazy, menjelaskan, kuota minyak tanah untuk Pulau Bengkalis meliputi Kecamatan Bengkalis dan Bantan per bulannya sebanyak 365 kiloliter.
Kuota ini, menurutnya, kemudian disalurkan oleh dua agen minyak tanah, yakni PT Dara Jingga sebanyak 250 kiloliter dan PT Indonas Siak Sejahtera sebanyak 115 kiloliter.
Dengan kuota ini, diyakininya telah mencukupi keperluan bagi masyarakat. Namun disebabkan sebagian ibu-ibu rumah tangga ada yang mengalihkan penggunaan kompor gas kepada minyak tanah, disinyalir menjadi salah satu penyebab minyak tanah di tingkat pengecer menjadi cepat habis terjual.
"Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar apa yang sudah didapat dimanfaatkan. Termasuk tabung gas beserta perangkatnya. Pergunakannlah dengan baik dan apabila tidak mengerti cara penggunaannya, coba belajar dengan orang yang paham," katanya. (*)