Nusantara | Jumat, 30/07/2010 10:37 WIB
Kasus DB di Bali Renggut 20 Jiwa
Denpasar, (ANTARA) - Penyakit demam berdarah (DB) di Bali selama enam bulan periode Januari-Juli 2010 tercatat 7.143 kasus, menyebabkan 20 orang meninggal.
"Sebagian besar sisanya 7.123 orang jiwanya dapat diselamatkan, setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng, di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, persentase penderita DB tersebut hanya 0,28 persen dari penduduk Bali sebanyak 3,51 juta jiwa.
Kasus demam berdarah paling menonjol terjadi di wilayah Kota Denpasar sebanyak 2.414 kasus, menyebabkan 14 orang meninggal atau 0,58 persen dari jumlah penduduk di Ibu Kota Provinsi Bali yang tercatat 650.585 jiwa.
Ketut Teneng menjelaskan, Kabupaten Badung menempati urutan kedua dengan 2.097 penderita, dua di antaranya meninggal atau persentasenya 0,10 persen dari jumlah penduduk 385.323 jiwa.
Menyusul, Kabupaten Buleleng dengan 1.283 kasus, tiga orang di antaranya meninggal atau 0,23 persen dari penduduk sebanyak 650.237 jiwa.
Selain itu, penderita DB di Kabupaten Gianyar tercatat 523 kasus tidak tercatat korban meninggal, Kabupaten Jembrana 76 kasus seorang di antaranya meninggal.
Di Kabupaten Klungkung 164 kasus DB juga tidak tercatat korban meninggal, Bangli 75 kasus tidak ada korban meninggal dan Karangasem 262 penderita, seluruhnya berhasil diselamatkan jiwanya.
Ketut Teneng berharap kepada masyarakat lebih meningkatkan kebersihan lingkungan, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada nyamuk untuk berkembang biak.
Selain itu, mewaspadai perubahan iklim yang tidak menentu (anomali cuaca), karena sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
"Jika masyarakat dan anggota keluarga mengalami gangguan kesehatan agar segera memeriksakan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit setempat," tutur Ketut Teneng berharap.(*/ril)