Nasional | Rabu, 08/09/2010 22:42 WIB
Presiden Ajukan Calon Kapolri Setelah Lebaran
Jakarta, (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengajukan nama calon pengganti Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri kepada DPR setelah Hari Idul Fitri, untuk kemudian disahkan oleh DPR.
Hal tersebut disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu malam, dalam acara ramah tamah dengan pimpinan media massa dan wartawan Istana Kepresidenan.
"Khusus kapolri, sedang digodong (namanya-red), setelah Lebaran diajukan ke DPR. Saya menerima masukan nama dari Kapolri dan Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional-red)," kata Presiden.
Presiden mengatakan, Undang-undang Kepolisian memungkinkan tokoh yang terpilih menjadi kapolri akan mengemban tugas berat. Oleh karena itu, pengganti Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri harus mempunyai prestasi yang baik serta harus memiliki performa dalam pembantasan koruspi dan terorisme.
"Saya pertimbangkan calon terbaik dan tidak perlu ada manuver dari mana pun, termasuk yang merasa layak dicalonkan,"kata Kepala Negara .
Kepala Negara mengatakan, figur kapolri juga harus tidak terlibat masalah hukum dan HAM. Selain itu, calon kapolri harus mendapat klarifikasi dari Komnas HAM, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Badan Intelijen Negara.
Presiden juga menyatakan, pihaknya percaya DPR akan menyetujui calon kapolri yang diajukan dengan pertimbagan masak.
Jaksa agung
Sementara itu, untuk calon jaksa agung , Presiden tidak menyatakan spesifik kapan akan memilih pengganti Jaksa Agung Hendarman Supanji.
Namun, Presiden mengatakan, pengganti Hendarman bisa berasal dari pejabat karir maupun nonkarir.
"Saya berharap pelantikan keduanya (kapolri dan jaksa agung-red) bisa dilakukan bersamaan. Harapan saya kapolri dan jaksa agung baru bisa lebih efektif menegakkan hukum serta dapat melakukan upaya lebih dalam melakukan tugasnya," kata Presiden.
Presiden juga berniat memisahkan anggaran Kompolnas dan Komisi Kejaksaan dari anggaran Polri dan Kejaksaan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat kinerja kedua komisi itu.
Presiden menggelar silaturahim dan buka puasa berama pimpinan media massa dan wartawan Istana Kepresidenan di Istana negara. Acara itu dimulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. (*/wij)