Nasional | Selasa, 07/09/2010 08:04 WIB
Gunung Sinabung Meletus Lagi Selasa Dini Hari
GUNUNG SINABUNG
Medan, (ANTARA) - Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara kembali meletus Selasa (7/9) sekira pukul 00.23 WIB.
Letusan itu menimbulkan suara gemuruh yang dapat didengar jelas oleh warga hingga radius delapan kilometer.
Kepala Desa Gambir, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo, Sapta Pelawi (49) yang dihubungi ANTARA dari Medan, Selasa pagi menyebutkan, letusan Gunung Sinabung yang terjadi itu cukup keras, bila dibandingkan dengan empat letusan sebelumnya.
Bahkan, suara letusan Gunung Sinabung yang berada di Kecamatan Naman Teran itu dapat juga didengar oleh pengungsi yang berada di Kabanjahe.
Selain itu, letusan Gunung Sinabung itu meimbulkan asap tebal yang bercampur debu vulkanik sepanjang lebih kurang 5.000 meter.
"Suara letusan itu sempat mengejutkan para pengungsi di Jambur Adil Makmur Kabanjahe yang dihuni lebih kurang 2.655 jiwa itu," kata Pelawi
Selanjutnya, ia mengatakan, letusan tersebut membuat para pengungsi yang berada di penampunga semaki takut untuk pulang ke rumah mereka.
Karena letusan tersebut, membuktikan bahwa aktivitas Gunung Sinabung itu kelihatannya semakin terus saja terjadi dan belum diketahui kapan normal atau berakhirnya.
"Dengan demikian warga Desa Gambir yang mencapai 600 jiwa itu tetap tinggal di lokasi penampungan tersebut," katanya.
Dikunjungi Presiden
Sebelum Gunung Sinabung itu meletus, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono, Senin (6/9) sekitar pukul 12.00 WIB mengunjungi pengungsi Gunung Sinabung yang tinggal di Jambur Sempakata Kabanjahe.
Selain itu, Presiden Yudhoyono didampingi Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauji, Mensos Salim Assegaf Al Zufri, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri PU Joko Kirmanto, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Susanto dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri juga meninjau kawasan Gunung Sinabung.
Pada kunjungan tersebut, Presiden Yudhoyono memberikan bantuan sumbangan senilai Rp3 miliar untuk para pengungsi yang diterima oleh Bupati Karo DD Sinulingga bertempat di Posko Utama Penanggulangan Pengungsi Gunung Sinabung di Kabanjahe.
Letusan keempat
Sebelumnya, letusan Gunung Sinabung yang keempat kalinya terjadi Jumat (3/9) sekitar pukul pukul 18.05 WIB, mengeluarkan kepulan asap tebal yang bercampur debu vulkanik dan partikel belerang.
Kepala Seksi pada Dinas Kominfo Kabupaten Tanah Karo, Jhonson Tarigan yang dihubungi ANTARA dari Medan, Jumat malam, mengatakan aktivitas letusan Gunung Sinabung itu terjadi secara tiba-tiba, sehingga mengejutkan para pengungsi yang berada di lokasi penampungan.
Bahkan, katanya, letusan Gunung Sinabung itu getarannya tidak dirasakan hingga ke Kabanjahe.
Sedangkan, letusan Gunung Sinabung yang ketiga kali terjadi Jumat (3/9) sekitar pukul 04.50 WIB, menyemburkan kepulan asap hitam yang bercampur debu vulkanik.
Gunung Sinabung itu, pertama sekali meletus dan mengeluarkan asap tebal serta percikan api, Minggu (29/8) sekitar pukul 00.08 WIB.
Semburan asap yang terjadi di Gunung Sinabung itu, juga mengeluarkan debu vulkanik dan partikel belerang berwarna putih bercampur keabu-abuan.
Partikel belerang itu juga menutupi areal perkebunan dan pertanian milik warga yang bermunkim di kaki Gunung Sinabung tersebut.
Letusan Gunung Sinabung yang kedua terjadi Senin (30/8) sekitar 06.30 WIB dan juga mengeluarkan asap tebal bercampur debu vulkanik, serta gempa selama tiga menit.
Gunung Sinabung itu memiliki ketinggian 2.640 meter diatas permukaan laut.Koordinat puncak Gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.
Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara atau berjarak lebih kurang 110 kilometer arah barat Kota Medan. (*/ril)