Nasional | Jumat, 03/09/2010 16:31 WIB
1431 Ketupat untuk Keberhasilan Pertanian Kubu Raya
Sungai Raya, Kalbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana menyajikan 1431 ketupat nasi saat halal bihalal masyarakat dan pegawai di pemerintah kabupaten itu setelah cuti bersama Lebaran, sebagai bentuk rasa syukur terhadap keberhasilan pertanian.
"Setelah libur Lebaran nanti, kita akan mengadakan kegiatan halal bihalal dengan masyarakat Kubu Raya, dan akan menyajikan 1431 ketupat nasi di sana," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Sungai Raya, Jumat.
Ia menjelaskan, jumlah ketupat tersebut disesuaikan dengan angka tahun Hijriyah. Sedangkan dipilihnya ketupat nasi, selain menonjolkan simbol dari perayaan Idul Fitri juga sebagai bentuk rasa syukur terhadap keberhasilan pertanian yang ada di kabupaten itu dengan harapan terjadi peningkatan hasil panen masyarakat ke depan.
"Nantinya, ketupat akan dibuat oleh seluruh Tim Penggerak PKK yang ada di sembilan kecamatan," jelas Muda.
Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Kubu Raya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Dengan cara-cara seperti ini dan dibalut program yang terarah, kabupaten itu menghasilkan produk pertanian yang mampu menembus pasar sistemik.
Saat ini, hasil pertanian Kubu Raya tidak hanya dikonsumsi oleh para PNS di Kubu Raya, namun beras lokal premium dan reguler dengan label Anggrek dan Macan mampu menembus Carrefour dan pasar swalayan lainnya di Kota Pontianak. Bahkan, Bulog Regional Kalbar dengan serius melakukan kerja sama pembelian gabah kering dari para petani.
Tentu hal ini bukan suatu langkah yang mudah. Untuk mewujudkan keberhasilan sebagai daerah penyangga pangan dan lumbung padi Kalbar, Pemkab Kubu Raya terus memperluas areal binaan dan menambah alat penggilingan padi, sehingga kebutuhan beras bisa terakomodir.
Langkah tersebut juga dilakukan agar pemberdayaan beras lokal mempunyai nilai tambah atau pendapatan bagi petani. Oleh karena itu pangsa pasarnya sudah jelas dan harus berdampak pada kesejahteraan para petani.
"Di sisi lain, kita juga memiliki kewajiban membantu para petani dengan mekanisasi sistem pertanian. Sebab, tanpa mekanisasi, produksi pertanian tentu akan berjalan lamban," kata Muda.
Berdasarkan hal tersebut, Muda mengungkapkan akan menggalakkan program Tahun Mekanisasi Pertanian Kubu Raya yang telah dicanangkan di Sungai Kakap, awal 2009.
Secara bertahap, pola pertanian tradisional yang diterapkan masyarakat Kabupaten Kubu Raya selama ini akan diubah menjadi sistem pertanian modern. "Sejauh ini kita sudah membeli beberapa alat pertanian modern dan sudah disebarkan di setiap kecamatan melalui Gabungan Kelompok Tani," jelasnya.
Muda juga berharap dengan disuguhkannya 1431 ketupat dalam kegiatan halal bihalal, dapat menggerakkan hati para petani untuk lebih meningkatkan hasil pertanian mereka. "Ini juga sebagai bentuk penghargaan pemkab kepada petani," katanya. (*)