Nasional | Jumat, 03/09/2010 15:44 WIB
Pemda Buol Tanggung Biaya Korban Kerusuhan
Buol, Sulteng, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah akan menanggung biaya perawatan bagi para korban yang mengalami luka tembak akibat kerusuhan.
"Ini situasi genting dan korban yang berjatuhan itu paling banyak dari kalangan masyarakat ekonomi ke bawah," kata Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol, Abdul Hamid Lakuntu, di Buol, Jumat.
Ia mengatakan, korban luka tembak yang masih dirawat di rumah sakit masih 29 orang.
Mereka mengalami luka akibat terkena peluru karet.
Menurut dia, persediaan obat di RSUD Buol masih mencukupi kendati merawat puluhan pasien korban kerusuhan.
"Untungnya, saat korban kerusuhan berjatuhan Selasa (31/8) hingga Rabu (1/9), persediaan obat yang ada di RSU saat itu mencukupi," katanya.
RSUD Buol juga menerima bantuan obat, peralatan dan dokter dari RSUD Undata, yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.
Abdul Hamid mengatakan, pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan sejumlah apotik yang ada di Buol untuk memberikan bantuan obat.
"Sejumlah apotik memberikan bantuannya. Sekarang ini, pemerintah masih memikirkan pembayaran obat-obatan itu," kata dia.
Stok darah, katanya, juga terbantu dengan adanya warga yang rela menyumbangkan darahnya untuk para korban.
Ia mengatakan, pihak kepolisian juga ikut membantu biaya perawatan yakni biaya perjalanan dan perawatan jika korban dirujuk ke rumah sakit lainnya.
Kerusuhan di Buol mengakibatkan tujuh warga tewas terkena peluru aparat kepolisian.
Kejadian itu dipicu oleh tewasnya seorang tahanan di Mapolsek Biau yang diduga meninggal dunia karena penganiayaan oleh oknum kepolisian.
Dia menjadi tahanan kasus kecelakaan lalu lintas.
Tewasnya tahanan itu menyulut kemarahan warga sehingga menuntut pihak Polsek Biau untuk bertanggungjawab.
Merasa tidak ada penjelasan yang memadai dari kepolisian, ratusan warga merusak Mapolsek Biau.
Ribuan warga makin mengamuk karena polisi menggunakan senapan untuk menghalau massa sehingga korban berjatuhan hingga tujuh orang tewas dan puluhan mengalami luka-luka. (*)