Jumat, 10 Februari 2012 M / 17 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 10:56 WIB
Nasional | Jumat, 30/07/2010 11:23 WIB

BI Harus Picu Rupiah Menguat Lebih Jauh

Jakarta, (ANTARA)- Pengamat pasar uang, Farial Anwar mengatakan, Bank Indonesia harus mendukung pergerakan rupiah yang saat ini mencapai Rp8.950 per dolar untuk menguat lebih jauh, karena BI selama ini hanya memikirkan kepentingan eksportir.

Para eksportir selama ini memperoleh keuntungan dari produk ekspor, namun sebagian kecil saja dana yang diperoleh dibawa ke tanah air, sedangkan sebagian besar dananya disimpan di luar negeri, kata Farial Anwar di Jakarta, Jumat.

Farial, yang juga Direktur Currency Management Group mengatakan, rupiah sebenarnya sudah dapat berada di angka Rp8.800 per dolar, apabila BI tidak menahannya.

BI selama ini berusaha menjaga rupiah tetap berada di atas level Rp9.000 per dolar, ujarnya.

Kuatnya arus modal asing yang masuk ke pasar, menurut dia, membuat BI melepas rupiah hingga berada di bawah Rp9.000 per dolar, namun apakah posisi rupiah akan kembali melemah hingga di atas angka Rp9.000 per dolar.

"Kami harapkan BI membiarkan rupiah menguat tergantung pada pasar," katanya seraya menambahkan, karena apabila rupiah terus menguat, harga biaya pergi haji akan lebih murah.

Bahkan dengan membaiknya rupiah hingga mencapai level tertentu, maka subsidi pemerintah kepada masyarakat terhadap harga bahan bakar minyak akan makin berkurang, katanya.

Indonesia, yang saat ini ekonominya terus tumbuh, merupakan tempat mencari keuntungan yang lebih baik ketimbang di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Pelaku asing kemungkinan sulit untuk menginvestasikan dananya di kedua kawasan itu, karena gejolak ekonomi yang masih belum pasti, katanya.

Karena itu, menurut dia, kawasan Asia yang masih tumbuh seperti Indonesia merupakan sasaran utama berinvestasi, karena bunga rupiah yang tinggi mencapai 6,5 persen ketimbang dolar hanya 0,25 persen.

Makin aktifnya pelaku asing menempatkan dananya merupakan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan dana tersebut untuk membangun ekonomi tumbuh lebih baik, ucapnya. (*)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Facebook Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Kamis, 09/02/2012 10:37 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Ba...

Rabu, 08/02/2012 23:00 WIB | Kab. Pasaman
Pemuda Gotongroyong Buat Lubuk di Batang Tingkarang
Pemuda Gotongroyong Buat Lubuk di Batang Tingkarang
Lubuk Sikaping, Sumbar 8/2 (ANTARA) - Puluhan Pemuda di kampung Aur Tajungkang, Jorong Koto Panjang Nagar...

Rabu, 08/02/2012 20:58 WIB | Kab. Pasaman Barat
Jalan Kesimpang Ampek Gunakan Jalan Alternatif
Jalan Kesimpang Ampek Gunakan Jalan Alternatif

Simpang Ampek, Sumbar, (ANTARA) - Arus transportasi menuju Kota Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman B...

Rabu, 08/02/2012 16:22 WIB | Nasional
Menkominfo: Pers Harus Sikapi Kemajuan Teknologi
Menkominfo: Pers Harus Sikapi Kemajuan Teknologi

Jambi, (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, mengatakan insan pers harus ...

Rabu, 08/02/2012 13:41 WIB | Nasional
Bagir Manan: 40 Tahun Indonesia Sistem Otoriter
Bagir Manan: 40 Tahun Indonesia Sistem Otoriter

Jambi, (ANTARA) - Ketua Dewan Pers, Bagir Manan menyatakan, selama 66 tahun Indonesia merdeka dan ...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai