Sabtu, 11 Februari 2012 M / 18 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 01:26 WIB
Berita

Kab. Solok Selatan | Kamis, 02/09/2010 12:55 WIB

Sungai Batanghari masih Tercemar Mercury di Solsel

Solok Selatan, (ANTARA) - Kondisi air Sungai Batanghari di Solok Selatan, Sumatera Barat, masih tercemar air raksa (Hg).

Air raksa ini diduga berasal dari aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang dilakukan oleh masyarakat di Sungai Batanghari.

Sampel yang diambil Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Selatan pada Kamis (15/7) lalu di enam titik, yakni Sungai Muaro Gumanti, Sungai Batang Bangko Batanghari.

Lalu Sungai Batanghari Talantam, Sungai Pamongan Batanghari dan Sungai Batanghari di Jorong Gasiang menunjukan kandungan mercury (raksa) masih di atas ambang baku.

Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 ambang baku air raksa maksimal 0,001 Mg/L.

Dari uji sampel itu kandungan mercury terendah terdapat di Sungai Muaro Gumanti sebesar 0,00234 Mg/L sementara kandungan mercury tertinggi di Sungai Batang Bangko Batanghari sebesar 0,00908 Mg/L.

Sedangkan untuk ketiga sungai lainnya, Sungai Batanghari Talantam 0,00296 Mg/L, Sungai Pamongan Batanghari 0,00323 Mg/L dan Sungai Batanghari di Jorong Gasiang (SBH) 0,00595 Mg/L.

Mercury, kata Kepala Seksi (Kasi) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Novi Hendrix, Kamis (2/9), dapat menyebabkan kanker dan sangat berbahaya.

Kendati demikian, katanya kandungan mercury ini mulai mengalami penyusutan dibanding tahun-tahun sebelumnya karena kuantitas aktivitas PETI sudah mulai berkurang.

"Kalau dulu masyarakat banyak menggunakan dompeng (mesin), tapi sekarang dengan kapal lanting. Dari pantuan KLH jumlah kapal lanting masyarakat berkisar 64 unit," tuturnya.

Mereka terkonsentrasi di sepanjang Sungai Batanghari di Talantam sampai di perbatasan Dharmasraya.

Upaya preventif KLH untuk mengurangi pencemaran ini masih dalam batas pembinaan dan teguran.

Ia menambahkan, PETI merupakan permasalahan yang kompleks karena menyangkut hidup masyarakat. "Di satu sisi membahayakan dan merusak, tapi di sisi lain dibutuhkan karena untuk mencukupi kebutuhan hidup," pungkasnya. (jno/wij)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Facebook Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Jumat, 10/02/2012 22:09 WIB | Propinsi
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan orang Minang bisa menjadi ins...

Jumat, 10/02/2012 21:29 WIB | Propinsi
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Padang, (ANTARA) - Potensi zakat penghasilan dari pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi ...

Jumat, 10/02/2012 21:23 WIB | Kab. Pasaman
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
Lubuk Sikaping, Sumbar, 10/2 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumater...

Jumat, 10/02/2012 18:43 WIB | Kab. Pasaman
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Lubuk Sikaping, Sumbar, (ANTARA) - Sebanyak 70 santri Pondok Pendidikan Al Quran (PPA) Masjid Agung Nagar...

Jumat, 10/02/2012 10:58 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari

Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Su...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai