Kab. Pasaman Barat | Senin, 06/09/2010 17:34 WIB
Ratusan Anggota Keltan Datangi Polres Pasbar
Ratusan masyarakat Kelompok Tani
(Keltan) Anak Nagari Rantau Pasaman
mendatangi Polres Pasbar, Senin
(6/9) untuk melihat ketua Keltan
Mereka, Bulkani karena diduga
mendapat perlakukan kekeran dari
oknum polisi.
Pasaman Barat, (ANTARA) - Menduga adanya tindak kekerasan terhadap Ketua Kelompok Tani (keltan) Anak Nagari Rantau Pasaman Aia Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Bulkaini yang ditahan di Polres Pasbar, ratusan anggota Keltan Anak Nagari Rantau Pasaman mendatangi Polres Pasbar, Senin (6/9).
Ratusan warga yang diperkirakan mencapai 300 orang tersebut meminta kepada pihak Polres agar Ketua Keltan, Bulkaini beserta dua orang anggota lainnya dikeluarkan agar dapat dilihat apakah benar ada tindak kekerasan.
Meski sempat terjadi perdebatan dan adu argumentasi, akhirnya tiga orang tahanan tersebut dikeluarkan oleh pihak Polres.
Salah seorang perwakilan masyarakat yang mendatangi Polres Pasbar, Poniman (70) menyatakan kedatangan mereka ke Polres Pasbar untuk melihat kondisi Ketua Keltan Anak Nagari Rantau Pasaman beserta dua orang anggotanya yang ditahan beberapa waktu lalu.
"Dari isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kami memperoleh informasi bahwa ketiga tahanan tersebut memperoleh perlakukan yang tidak sewajarnya dari oknum polisi. Dari informasi itu ketiga tahanan memperoleh tindak kekerasan," katanya.
Setelah pihak Polres mengabulkan permintaan ratusan masyarakat tersebut, ternyata ketiga korban dalam keadaan sehat dan tidak terjadi tindak kekerasan sesuai dengan apa yang diisukan di tengah-tengah masyarakat.
Menanggapi aksi yang dilakukan ratusan masyarakat tersebut, Kapolres Pasbar, AKBP Sus Edy Tavip didampinggi Waka Polres Kompol Hendri Budiman SIk, membenarkan aksi yang dilakukan oleh warga tersebut.
Namun, dalam aksi itu tidak terjadi aksi kekerasan. Masyarakat hanya meminta agar tiga tahanan diperlihatkan kepada mereka terkait isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
"Saya tegaskan bahwa kami tidak akan memperlakukan tahanan dengan kekerasan dan saya juga telah menginstruksikan kepada para anggota agar tidak melakukan kekerasan terhadap tahanan," ujarnya.
Usai melihat ketiga tehanan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja, warga yang sebelumnya sempat emosi dan bersitegang dengan aparat kepolisian akhirnya reda berlahan-lahan membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Keltan Anak Nagari Rantau Pasaman mendatangi Polres Pasbar, Senin (30/8) agar ketua mereka, Bulkaini dibebaskan. Namun pihak Polres Pasbar tidak bersedia karena harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Permasalahan ini terkait dengan permasalahan tanah ulayat di Nagari Aia Gadang dengan pihak PT Anam Koto. (aml/wij)