Kab. Lima Puluh Kota | Rabu, 01/09/2010 17:58 WIB
Ketua Korwal: Wartawan Bodrek Harus Ditindak Keras
Limapuluh Kota, (ANTARA)- Ketua Korwal(Komite Wwartawan Luak Limopuluah), Am Chandra bereaksi keras terhadap indikasi wartawan bodrek alias wartawan tanpa surat kabar (WTS) , alias wartawan CNN ( cuma nanya-nanya ) yang mulai marak di daerah Limapuluh Kota menjelang Idul Fitri ini. Menurut Am, oknum wartawan tersebut perlu ditindak tegas. Hal ini disampaikan oleh Ketua Korwal (Komite Wartawan Luak Lima Puluah) AM Chandra alias Kumis di Kantor Bupati Lima Puluh Kota, Rabu (1/9)
Perbuatan para WTS tersebut dinilai merusak reputasi institusi pers, baik di depan publik maupun narasumber sendiri. Ketika publik belum bisa membedakan antara wartawan yang mempunyai surat kabar dengan WTS, besar kemungkinan akan menjadi korban. Akibatnya, media yang dicatut WTS akan dirugikan, terutama dari segi kepercayaan.
Sejatinya, perbuatan para WTS bukan hanya terjadi pada era reformasi. Namun, pada masa reformasilah media-media baru bermunculan bak jamur bertumbuhan pada musim hujan, di antaranya adalah media-media “aspal”. Fisiknya memang ada, tapi dibuat hanya sekali untuk melegitimasi “kewartawanan” WTS. Akibatnya, timbul persepsi bahwa kebebasan pers mengancam kehidupan publik. Karena itu, akibat lebih jauh ulah WTS adalah terancamnya kebebasan pers yang tengah diperjuangkan untuk dipertahankan.
Untuk itu di harapkan melalui Humas Setda Lima Puluh Kota untuk dapat mentertibkan keberadaan wartawan di lima Puluh Kota, dengan meminta Surat Tugas dari redaksi, kartu anggota baru dan memberikan setidaknya satu exempler setiap terbitan apabila tidak berlangganan, ujar Am Chandra.
Menanggapi hal itu, Saiful. SP, Kabag Humas Lima Puluh Kota berjanji akan menertibkan keberadaan wartawan dengan melihat ada atau tidak tulisan wartawan tersebut selama satu bulan terakhir.(mko/tdy)