Internasional | Kamis, 09/09/2010 13:11 WIB
Pakistan Tahan Tiga Tersangka Serangan Bom yang Gagal di AS
Islamabad, (ANTARA/afp) - Polisi Pakistan menahan tiga tersangka yang punya hubungan dengan seorang warga Amerika Serikat keturunan Pakistan yang dituduh di New York berusaha melakukan serangan bom mobil di Times Square, kata seorang pejabat senior polisi, Rabu.
Ketiga orang itu ditangkap di ibu kota Pakistan, Islamabad dua pekan lalu dan telah diperiksa selama beberapa hari, kata polisi.
"Mereka terbukti punya hubungan dengan Faisal Shahzad (tersangka serangan bom mobil yang ditahan di New York) dan mengirim uang kepada dia," kata Bani Amin, komandan operasi polisi di Islamabad kepada AFP.
"Hari ini kami secara resmi mengajukan satu kasus resmi terhadap mereka," kata Amin, komandan polisi Islamabad kepada AFP yang menyebut ketiga orang itu bernama Shoaib Mughal, Muhammad Shahid dan Hanbal Akhtar.
Amerika Srikat mengatakan pihakya puas dengan penangkapan-penangkapan itu.
"Kami sangat yakin bahwa Faisal Shahzad membantu Pakistan. Dan kami bekerja dengan sangat ekstensif dan erat dengan pihak berwnenang Pakistan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley.
Amin mengatakan ketiga orang itu nemiliki hubungan dekat dengan pemimpin-pemimpin gerakan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) Hakimullah Mehsud dan Qari Hussain, yang organisasi mereka mengaku bertanggung jawab atas rencana Shahzad 1 Mei untuk membom Times Square.
Mehsud adalah ketua TTP dan Hussain sebagai komandan gerilyawan dari satu faksi TTP yang dikenal sebagai "Ustad-e-Fidaeen," yang melatih para pembom bunuh diri.
TTP berpangkalan di daerah suku Pakistan di perbatasan Afghanistan dan dituduh melakukan beberapa serangan bunuh diri yang paling banyak menimbulkan korban jiwa di negara yag memiliki senjata nuklir itu.
Pakistan pada 26 Juli mengaku bahwa Shazad beretmu dengan komandan Taliban negara itu dan beberapa orang lainnya.
Pada Juni Shahzad dalam sidang duisebuah pengadilan New York mengaku akan melancarkan serangan bom mobil di Times Square dan memperingatkan bahwa AS akan menghadapi serangan-serangan serupa sebelum negara itu meninggalkan negara-negara Muslim.
Stasiun televisi Sky News menyiarkan satu rekaman video Juli yang menunjukkan bahwa Shahzad dan Mehsud berjabat tangan, tersenyum dan berangkulan sebelum serangan yan direncanakan 1 Mei itu.
Atas permintaan AS Pakistan memulai penyelidikan tentang kemungkinan hubungan antara Shahzad dan kelompok-kelompok garis keras.
Shahzad kelahiran Pakistan ditangkap sebelum naik pesawat menuju Dubai dua hari setelah memarkirkan sebuah mobil yag membawa bom di Times Square.
Ia mengemukakan kepada hakim ia berlatih membuat bom selama tinggal bersama dengan para anggota kelompok TTP di Pakistan antara 9 Desember dan 25 Januari.
Sekembalinya ke AS, kata Shahzad kepada hakim ia berencana melakukan serangan-serangan bom dan bertindak sendirian. "Tidak ada yang membantu saya,".(*/tdy)