Nasional | Rabu, 08/09/2010 20:55 WIB
Mendag: Impor Gula Putih Masuk Januari
Jakarta, (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah mengimpor gula kristal putih untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut dalam lima bulan pertama tahun depan, akan masuk bulan Januari 2011.
Saat memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu, ia mengatakan saat ini pemerintah sedang menyelesaikan penghitungan kebutuhan impor gula kristal putih untuk memenuhi kebutuhan gula lima bulan pertama tahun depan, saat tidak ada produksi gula di dalam negeri.
"Gula sudah ada finalisasi, sudah diputuskan keperluan impor untuk mengisi stok lima bulan awal tahun depan, tapi jumlahnya berapa, siapa yang mengimpor dan masuk dari pelabuhan mana belum ditetapkan," katanya.
Menurut perhitungan sementara, tahun ini produksi gula kristal putih dalam negeri yang sebelumnya diperkirakan 2,7 juta ton akan turun menjadi sekitar 2,3 juta ton akibat anomali iklim.
Dengan kondisi yang demikian, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti), Natsir Mansyur, sebelumnya memperkirakan stok gula kristal putih pada akhir tahun akan kurang sekitar 400 ribu ton.
Menurut dia, sebaiknya pemerintah segera mengeluarkan izin impor selagi harga gula dunia rendah.
"Sebaiknya izin cepat dikeluarkan supaya bisa mendapatkan gula impor dengan harga murah, tapi pengirimannya baru dilakukan mulai Januari supaya tidak mengganggu harga gula produksi dalam negeri," katanya.
Menurut Natsir, saat ini harga gula kristal putih internasional di pelabuhan (Freight on Board/FOB) sudah mencapai 540 dolar Amerika Serikat (AS) per metrik ton padahal pada pertengahan bulan Agustus harganya masih sekitar 450 AS per metrik ton.
"Akhir tahun biasanya harga gula naik, bulan Desember nanti mungkin bisa sampai 700-an dolar AS per metrik ton," katanya. (*/wij)