Nasional | Rabu, 08/09/2010 20:15 WIB
RI Perluas Pasar Ekspor di China
Jakarta, (ANTARA) - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah akan melakukan pendekatan dengan pejabat pemerintah terkait di China untuk memperluas pasar ekspor di negeri tirai bambu itu.
Saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu, Menteri Perdagangan mengatakan berkenaan dengan hal itu dia akan berdialog dengan Gubernur Chongqing Bo Xilai di sela World Expo Development Forum (WEDF) yang diselenggarakan di provinsi di China itu pada 10 September 2010.
"Chongqing ada di bagian barat, merupakan daerah yang akan mereka kembangkan dan perkembangan sudah cukup pesat. Sekjen Partai Komunis di situ adalah mantan menteri perdagangan RRT Bo Xilai. Kita perlu melakukan pendekatan untuk memperluas cakupan di pasar RRT," katanya.
Menteri Perdagangan bersama rombongan yang antara lain terdiri atas pengusaha Indonesia dari Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) dan Persatuan Pengusaha Indonesia-Tiongkok (PERPIT) juga akan melakukan dialog bisnis dengan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Chongqing untuk memperluas pasar ekspor di China yang selama ini utamanya baru meliputi Beijing, Guangzhou dan Shanghai.
"Chongqing merupakan salah satu Propinsi yang perkembangannya paling pesat di China, oleh karena itu kami mengajak para pengusaha Indonesia untuk menarik manfaat dari ekonomi Chongqing tersebut melalui peningkatan hubungan dagang dan investasi," katanya.
Menurut dia, selama ini belum banyak pengusaha Indonesia yang melakukan kontak dagang dan investasi dengan pengusaha di Chongqing karenanya sangat penting untuk meningkatkan hubungan secara intensif bersamaan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China.
Kunjungan Kerja ke China
Menteri Perdagangan bersama rombongan yang terdiri atas pejabat pemerintah terkait dan beberapa perwakilan pelaku usaha akan melakukan kunjungan kerja ke Chongqing, Shanghai, dan Tianjin di China pada 9-14 September 2010 untuk menghadiri sejumlah kegiatan internasional terkait diplomasi perdagangan.
Pada tanggal 10 September 2010, Menteri Perdagangan akan menghadiri WEDF yang diselenggarakan oleh International Trade Centre bekerja sama dengan World Trade Organization (WTO) dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di Chongqing.
Sementara di Tianjin, Menteri Perdagangan berencana menghadiri Annual Meeting of the New Champions 2010, World Economic Forum (WEF) atau yang dikenal dengan Summer Davos yang diselenggarakan pada tanggal 12-15 September 2010.
Pada kesempatan itu dia akan memberi paparan upaya mempertahankan ekonomi Asia yang terus berkesinambungan dan peran Indonesia dalam G-20. Indonesia akan menjadi tuan rumah WEF kawasan Asia Timur pada Juni 2011.
World Economic Forum merupakan forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan dunia seperti pemerintah, bisnis, media, organisasi nonpemerintah, serta seniman untuk membahas isu-isu terkini yang menjadi perhatian global.
Pada tanggal 14 September 2010, Menteri berkesempatan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kerjasama Perdagangan Internasional di Shanghai yang dihadiri oleh para Atase Perdagangan (Atdag) dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). (*/wij)