Nasional | Rabu, 08/09/2010 18:55 WIB
TBS Riau Alami Tren Penurunan Harga
Pekanbaru, (ANTARA) - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau mengalami tren penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir yang disebabkan menurunnya permintaan pasar dunia terhadap minyak sawit mentah (CPO).
"Turunnya harga TBS karena faktor permintaan pasar dunia yang sedikit mengalami menurun," ujar Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunanan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ferry HC, di Pekanbaru, Rabu.
Ia menjelaskan, harga TBS periode tanggal 8-21 September 2010 mengalami penurunan rata-rata sebesar Rp4,90 per kilogram (kg) dari periode pekan sebelumnya 1-7 September yang juga turun rata-rata 37,02 per kg.
Dengan kondisi itu, maka harga TBS yang berlaku dalam dua pekan ke depan yakni bagi TBS yang berusia tiga tahun harganya Rp1.132,88 per kg, kemudian usia empat tahun Rp1.265,60 per kg dan usia lima tahun Rp1.354,51 per kg.
Lalu TBS usia enam tahun Rp1.393,88 per kg, usia tujuh tahun Rp1.447,22 per kg, usia delapan tahun Rp1.492,30 per kg, sembilan tahun Rp1.539,93 per kg serta harga TBS 10 tahun ke atas dihargai Rp1.583,93 per kg.
Sedangkan untuk harga kernel yang juga mengalami kenaikan dari Rp4.351,82 menjadi Rp4.357,91 per kg dengan indeks K 87,40 dan harga CPO yang tidak mengalami perubahan dari harga sebelumnya yakni tetap pada harga Rp7.266,30 per kg.
Menurutnya, kondisi harga yang tidak diharap bagi petani kelapa sawit itu diperkirakan tidak berlangsung lama, karena juga dipengaruhi harga komoditas lain seperti harga minyak mentah dunia yang berlahan mulai merangkak naik.
Kendati demikian pihaknya membantah jika penurunan harga TBS itu disebabkan karena berkurangnya produksi pabrik pengolahan kelapa sawit sebagai bentuk libur panjang lebaran 2010 yang segera diberlakukan.
"Penurunan itu murni karena faktor 'suply and demand', jadi tidak ada penyebab lain dan kita telah mengamati itu dalam rapat," jelas Fery.
Penurunan harga TBS menjelang lebaran sudah diprediksi kalangan petani kelapa sawit di Riau karena pihak perusahaan mulai mengurangi produksi pengolahan kelapa sawit menjadi CPO menjelang lebaran dan cuti bersama yang berlangsung selama lima hari. (*/wij)