Jumat, 10 Februari 2012 M / 17 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 23:42 WIB
Nasional | Jumat, 30/07/2010 11:23 WIB

BI Harus Picu Rupiah Menguat Lebih Jauh

Jakarta, (ANTARA)- Pengamat pasar uang, Farial Anwar mengatakan, Bank Indonesia harus mendukung pergerakan rupiah yang saat ini mencapai Rp8.950 per dolar untuk menguat lebih jauh, karena BI selama ini hanya memikirkan kepentingan eksportir.

Para eksportir selama ini memperoleh keuntungan dari produk ekspor, namun sebagian kecil saja dana yang diperoleh dibawa ke tanah air, sedangkan sebagian besar dananya disimpan di luar negeri, kata Farial Anwar di Jakarta, Jumat.

Farial, yang juga Direktur Currency Management Group mengatakan, rupiah sebenarnya sudah dapat berada di angka Rp8.800 per dolar, apabila BI tidak menahannya.

BI selama ini berusaha menjaga rupiah tetap berada di atas level Rp9.000 per dolar, ujarnya.

Kuatnya arus modal asing yang masuk ke pasar, menurut dia, membuat BI melepas rupiah hingga berada di bawah Rp9.000 per dolar, namun apakah posisi rupiah akan kembali melemah hingga di atas angka Rp9.000 per dolar.

"Kami harapkan BI membiarkan rupiah menguat tergantung pada pasar," katanya seraya menambahkan, karena apabila rupiah terus menguat, harga biaya pergi haji akan lebih murah.

Bahkan dengan membaiknya rupiah hingga mencapai level tertentu, maka subsidi pemerintah kepada masyarakat terhadap harga bahan bakar minyak akan makin berkurang, katanya.

Indonesia, yang saat ini ekonominya terus tumbuh, merupakan tempat mencari keuntungan yang lebih baik ketimbang di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Pelaku asing kemungkinan sulit untuk menginvestasikan dananya di kedua kawasan itu, karena gejolak ekonomi yang masih belum pasti, katanya.

Karena itu, menurut dia, kawasan Asia yang masih tumbuh seperti Indonesia merupakan sasaran utama berinvestasi, karena bunga rupiah yang tinggi mencapai 6,5 persen ketimbang dolar hanya 0,25 persen.

Makin aktifnya pelaku asing menempatkan dananya merupakan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan dana tersebut untuk membangun ekonomi tumbuh lebih baik, ucapnya. (*)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Share Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Jumat, 10/02/2012 22:09 WIB | Propinsi
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan orang Minang bisa menjadi ins...

Jumat, 10/02/2012 21:29 WIB | Propinsi
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Padang, (ANTARA) - Potensi zakat penghasilan dari pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi ...

Jumat, 10/02/2012 21:23 WIB | Kab. Pasaman
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
Lubuk Sikaping, Sumbar, 10/2 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumater...

Jumat, 10/02/2012 18:43 WIB | Kab. Pasaman
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Lubuk Sikaping, Sumbar, (ANTARA) - Sebanyak 70 santri Pondok Pendidikan Al Quran (PPA) Masjid Agung Nagar...

Jumat, 10/02/2012 10:58 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari

Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Su...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai