Nasional | Jumat, 10/09/2010 17:31 WIB
Kereta Jarak Dekat Mendominasi Pemberangkatan pada Lebaran
Jakarta, (ANTARA) - Pemudik jarak dekat mendominasi stasiun Gambir Jakarta pada hari Lebaran 2010 dengan jumlah penumpang sebanyak 3.564 orang hingga pukul 13.00 WIB, dengan mayoritas tujuan menuju Cirebon dan Bandung.
"Pada hari Lebaran ini memang didominasi pemudik kereta jarak dekat seperti Cirebon dan Bandung. Untuk hari ini sudah 12 kereta yang sudah diberangkatkan dan rencananya akan ada 32 kereta yang akan berangkat, dan empat di antaranya adalah kereta tambahan," kata M.Basyir, Wakil Kepala Stasiun Gambir, Jumat.
Dari pantauan ANTARA, keadaan Stasiun Gambir memang cukup lengang dibanding dengan kondisi hari sebelumnya.
Pemudik yang datang ke Stasiun Gambir, karena mereka memilih untuk mudik pada hari Idul Fitri.
"Saya memilih mudik hari ini karena dari pengalaman tahun sebelumnya lebih nyaman mudik saat Lebaran," kata Fahmi, pemudik yang berniat menumpang KA Cirebon Ekspress.
Calon penumpang selain dapat membeli tiket di loket penjualan yang tersedia di stasiun, sebenarnya juga dapat membeli tiket di tempat lain seperti di agen perjalanan atau di kantor pos.
"Saya sudah membeli tiket sejak satu bulan sebelum keberangkatan hari ini di kantor pos. Membeli tiket di kantor pos tidak perlu antre, walau kursi yang disediakan sudah ditentukan sebelumnya," kata Desi, salah seorang calon penumpang KA Cirebon Ekspres.
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), menurut Basyir, sudah memberlakukan sistem penjualan tiket secara "on-line" untuk tiket mudik sejak tahun 2009.
"Kami juga sudah melakukan sosialisasi. Hal ini kami lakukan untuk mengurangi antrean di loket stasiun, sekaligus mengurangi calo yang marak saat mudik karena dengan sistem "on-line", pemudik bisa mendapatkan tiket di mana saja. Tidak perlu harus ke stasiun," jelas Basyir.
Walau demikian, masih ada pemudik yang tidak tahu dengan sistem baru pembelian tiket itu.
"Saya sebenarnya ingin mudik H-3 atau H-2, tapi saat antre satu minggu pada bulan puasa sudah kehabisan tiket, jadi terpaksa membeli tiket yang berangkat hari ini," kata Wiwik, salah seorang pemudik kepada ANTARA.
Ia menyarankan, PT KAI masih harus menggiatkan sosialisasi pemesanan tiket lewat agen perjalanan, "call center", maupun kantor pos agar masyarakat dapat lebih terlayani oleh angkutan rakyat ini. (*/wij)