Sabtu, 11 Februari 2012 M / 18 Rabiul Awwal 1433 H - Jam 00:51 WIB
Nasional | Jumat, 10/09/2010 17:29 WIB

Istana Telusuri Penyebab Kematian Warga yang Terinjak

Jakarta, (ANTARA) - Pihak Istana Kepresidenan sedang menelusuri penyebab kematian Joni Malela (45 tahun), warga Cinangka, Kabupaten Bogor, yang meninggal dunia karena terinjak-injak kerumunan masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan kepolisian sektor (Polsek) setempat.

"Saya sedang berkoordinasi, minta Polsek memastikan korban tewas itu. Tapi yang jelas itu 'kan kerumunan dari pengunjung berdesakan di luar, bukan karena tindakan atau kekerasan yang dilakukan oleh petugas," katanya.

Julian menjelaskan, ia sempat memeriksa apakah petugas di lapangan bertindak di luar prosedur.

Namun, ia memastikan semua petugas berada di dalam halaman Gedung Sekretariat Negara sedangkan masyarakat yang saling mendorong berada di luar.

"Ini yang kita imbau agar mereka bisa menahan diri. Jangan sampai terjadi aksi saling dorong dan tidak berusaha memaksakan diri untuk masuk ke dalam," ujar Julian.

Julian mengatakan bahwa Presiden menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut.

Joni Malela berusia 45 tahun menghembuskan nafas terakhir di mobil ambulance setelah lama terdorong-dorong di depan pintu pagar Gedung Sekretariat Negara, Jalan Majapahit.

Menurut keterangan saksi mata, Joni sempat ingin mundur dari kerumunan namun tetap terdorong ke depan hingga akhirnya terinjak-injak.

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang bertugas di depan Gedung Sekretariat Negara, Theresia Indah Susanti, menjelaskan kondisi Joni sudah lemas ketika dibawa ke ambulance dan hanya mendapatkan perawatan selama 10 menit sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Sempat diberi oksigen namun tidak bereaksi akhirnya meninggal dunia," ujar Theresia.

Menurut Theresia, Joni meninggal tanpa ada luka-luka sehingga disimpulkan meninggal dunia karena kehabisan nafas akibat terinjak-injak.

Jenazah Joni, penyandang tuna netra warga Cinangka, Kabupaten Bogor, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Aksi dorong-dorongan ribuan warga terjadi di depan pintu pagar Sekretariat Negara sebelum dibuka pada pukul 14.00 WIB.

Belasan warga pun sempat pingsan karena tergencet di celah pintu pagar yang hanya dibuka sedikit.

Beberapa warga mengaku antusias datang bersilaturahmi dengan Presiden Yudhoyono karena mendengar informasi mendapakan uang Rp300 ribu rupiah.

Julian membantah informasi tersebut berasal dari lingkungan Istana Kepresidenan.

Namun, ternyata pihak Istana membekali uang transport sebesar Rp100 ribu kepada penyandang cacat yang telah bersilaturahmi kepada Presiden Yudhoyono.

Pintu keluar untuk para penyandang cacat dipisahkan dari warga biasa dan mereka mendapatkan amplop uang transport selain bingkisan kue dan air mineral.

Menurut pegawai yang menyerahkan amplop tersebut, pimpinannya memberikan arahan agar uang transport hanya diberikan kepada penyandang cacat.

Sedangkan warga biasa yang sehat jasmani hanya mendapatkan bingkisan kue dan air mineral. (*/wij)
Ketentuan indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar Iklan Bookmark and Share Share on Facebook Share Powered by  MyPagerank.Net
Dapatkan kaba kampuang terbaru di genggaman anda,
http://m.antara-sumbar.com akses dari browser ponsel anda!

Komentar Anda

Kirim Komentar

  kode:

Berita Foto

Jumat, 10/02/2012 22:09 WIB | Propinsi
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian
Gubernur: Orang Minang Bisa Jadi Inspirator Perekonomian

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan orang Minang bisa menjadi ins...

Jumat, 10/02/2012 21:29 WIB | Propinsi
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Potensi Zakat PNS Pemprov Sumbar Rp15,4 Miliar
Padang, (ANTARA) - Potensi zakat penghasilan dari pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi ...

Jumat, 10/02/2012 21:23 WIB | Kab. Pasaman
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
DPRD Setujui Perda Perusahaan Daerah Air Minum
Lubuk Sikaping, Sumbar, 10/2 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumater...

Jumat, 10/02/2012 18:43 WIB | Kab. Pasaman
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Sebanyak 70 Santri Dinyatakan Hafal Satu Juz Al Quran
Lubuk Sikaping, Sumbar, (ANTARA) - Sebanyak 70 santri Pondok Pendidikan Al Quran (PPA) Masjid Agung Nagar...

Jumat, 10/02/2012 10:58 WIB | Bukittinggi
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari
Gunung Marapi Meletus 27 Kali Selama Februari

Bukittinggi, (ANTARA) - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Su...

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Admin: | Support:
Padang Bukittinggi Payakumbuh Padang Panjang Pariaman Solok Sawahlunto Kab. Tanah Datar Kab. agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Solok Selatan Kab. Sijunjung Kab. Dharmasraya Kab. Mentawai