Nusantara | Jumat, 03/09/2010 16:49 WIB
Polri Gelar Operasi Ketupat Amankan Terminal Kampungrambutan
Jakarta, (ANTARA) - Aparat kepolisian mulai menggelar operasi ketupat pada H-7 lebaran untuk mengamankan Terminal Antarkota Kampungrambutan, Jakarta Timur.
"Kita mulai melakukan pengamanan Operasi Ketupat siang ini dengan menurunkan 45 orang yang dibagi dalam 3 shift," kata Kapolsek Ciracas, Dani Hamdani, di Jakarta, Jumat.
Waka Pam Obyek Terminal Kampungrambutan itu mengatakan, petugas yang disiagakan bertugas untuk membantu para pemudik dan mengamankan kawasan terminal dari segala macam tindak pidana.
Ia menambahkan, operasi tersebut akan digelar selama 16 hari dari mulai H-7 sampai dengan H+8 lebaran.
"Kami juga akan bekerja sama dengan aparat lain untuk mengamankan wilayah ini, terutama pada puncak mudik nanti yang tahun lalu terjadi pada H-2 lebaran di mana ada 32.000 lebih penumpang di Kampungrambutan," katanya.
Ia memperkirakan pada H-7 lebaran alias hari ini belum akan terjadi lonjakan pemudik yang signifikan, tahun lalu pada H-7 terdapat 10.000 penumpang di terminal tersebut.
"Kemungkinan jumlahnya bisa berkurang karena banyak orang yang menggunakan fasilitas mudik bareng di beberapa titik seperti di Senayan, Monas, dan lain-lain," katanya.
Pihaknya mengantisipasi sejumlah titik rawan di antaranya di tempat terjadinya penumpukan penumpukan, tempat penjualan tiket, ruang tunggu, dan ruang keberangkatan.
"Di titik-titik itulah kita siagakan petugas termasuk di pintu keluar Terminal," katanya.
Pihaknya berkoordinasi secara terpadu melibatkan TNI, Dishub, Trantib, Sudinkes, PMI, YLKI, DPK, Pokdar, Jamsostek, Jasa Raharja, dan Jasa Marga.
Dalam operasi ketupat tahun ini, pihaknya melipatkan sejumlah satuan dari Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jawa dengan satuan samping Koramil 03 Pasar Rebo.
Seluruh pasukan keamanan itu bertugas tanpa henti untuk mengamankan terminal seluas 14.10 ha itu yang memiliki jumlah armada sebanyak 107 armada. (*)