Nusantara | Jumat, 03/09/2010 16:41 WIB
Mustafa Kamal: Tunda Pembangunan Gedung Baru DPR
Jakarta, (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Mustafa Kamal meminta rencana pembangunan gedung baru DPR ditunda dan dikaji terlebih dahulu.
"Kita minta ini (soal pembangunan gedung DPR.red) ditunda, dikaji terlebih dahulu," kata Mustafa Kamal dalam diskusi di Gedung DPR Senayan Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengumumkan rencana pembangunan gedung baru Dewan yang dianggarkan sebesar Rp1,6 triliun. BURT beralasan pembangunan gedung baru tersebut merupakan amanat dari DPR lama serta untuk menampung staf ahli Dewan.
Lebih lanjut Mustafa Kamal mengatakan, ada sesuatu yang tidak benar dalam prosesnya. Mustafa menceritakan bagaimana para pimpinan Dewan tidak tahu dan membantah rencana.
"Saya sejak awal mengusulkan BURT dibubarkan," kata Mustafa.
Mustafa mengatakan setidaknya ada empat alasan untuk pembubaran BURT. Pertama, DPR pada dasarnya memiliki tiga fungsi yakni: pengawasan, legislasi dan anggaran (budget).
"Nah BURT ini melaksanakan fungsi apa?," kata Mustafa.
Alasan kedua, tambahnya, anggota Dewan dipilih tidak untuk mengurusi hal-hal teknis seperti pembangunan gedung.
Menurut Mustafa, hal seperti ini merupakan hal teknis yang seharusnya dikerjakan oleh birokrat saja.
"Anggota Dewan tak usah ikut ke teknis itu," kata Mustafa Kamal.
Sedangkan alasan ketiga, menurut Mustafa, sejak awal isu-isu dan pemberitaan soal BURT hanya masalah-masalah sepele. Ia mencontohkan soal pengadaan mesin cuci, lap top, LCD, atau renovasi ruangan.
"Keempat, anggota Dewan dipilih bukan untuk memikirkan fasilitas bagi dirinya sendiri. Mendandani diri, ini tak boleh," katanya.
Meskipun Mustafa mengakui memang masih ada masalah Sekjen yang bukan dipegang oleh orang profesional.
Hal yang sama dilontarkan Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifudin Suddeng.
"Perlu ditunda dan kaji ulang. Saat ini sorotan masyarakat ke kinerja DPR berada pada tingkat kepercayaan masyarakat terendah," kata Suddeng. (*)