Nasional | Jumat, 03/09/2010 15:27 WIB
Basarnas Tempatkan Personel di Titik Rawan Bencana
Sidoarjo, (ANTARA) - Badan 'Search And Rescue' (SAR) Nasional (Basarnas) Jawa Timur berencana menempatkan personelnya di titik rawan bencana dan titik rawan kecelakaan yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
Kepala Basarnas Jawa Timur Sutrisno, Jumat, mengatakan, pihaknya akan mengerahkan sekitar 110 anggotanya untuk bertugas membantu pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah di lokasi rawan bencana dan rawan kecelakaan.
"Personel basarnas tersebut akan ditempatkan pada titik daerah rawan bencana dan kecelakaan lalu lintas di darat maupun di laut," katanya.
Ia menjelaskan, terdapat empat titik yang akan menjadi pos penjagaan Basarnas Jawa Timur, yakni Jember yang menaungi kawasan Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo dan Lumajang.
"Sedangkan untuk titik di Trenggalek meliputi kawasan yang berada di Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Tulungagung dan Blitar," katanya.
Sementara itu, kata dia, untuk titik Surabaya meliputi kawasan kabupaten Tuban, lamongan, Gresik, Mojokerto dan juga Lawang, Malang.
"Sedangkan titik yang terakhir yaitu titik Suramadu yang dikhususkan untuk memberi pertolongan musibah yang terjadi di laut di sekitar Jembatan Suramadu," katanya.
Ia menjelaskan, untuk membantu kerja personel dalam memberikan pertolongan, Basarnas Jawa Timur mengerahkan dua unit kendaraan pengamanan, dua kapal boat dan satu unit heli yang siap memantau kondisi keamanan pada H-7 hingga H=7 untuk pantauan arus mudik maupun arus balik yang terjadi di seluruh Jawa Timur.
Menurut Sutrisno, khusus di Perairan Suramadu Basarnas akan menambahkan lima unit perahu jenis sekoci untuk memantau kemungkinan terjadinya kecelakaan laut di kawasan tersebut.
"Dengan adanya peningkatan volume arus transportasi laut yang ada perairan ini dimungkinkan rawan terjadi kecelakaan laut," katanya.
Ia mengatakan, seringkali Basarnas Jawa TImur menyesalkan keterlambatan masyarakat dalam memberi informasi ketika terjadi musibah.
"Sehingga petugas Basarnas juga terlambat dalam menangani pertolongan pada korban yang terkena musibah bencana alam," katanya.
Ia juga meminta kepada masyarakat supaya tidak perlu kawatir memberikan informasi setiap kejadian karena Basarnas tidak akan meminta sepeserpun uang terhadap semua tindakan penyelamatan ataupun pertolongan yang diberikan oleh Basarnas.
"Kami meminta kepada masyarakat yang ada di Jatim untuk segera melaporkan kepada kami jika memang terjadi peristiwa bencana alam supaya anggota kami cepat meluncur ke lokasi kejadian," katanya.(*)