Nusantara | Jumat, 30/07/2010 10:40 WIB
Pedagang Keluhkan Bongkar Muat Sembako
Bengkulu, (ANTARA) - Para pedagang di Kota Bengkulu mengeluhkan ketatnya aturan bongkar muat sembilan bahan pokok di daerah ini, sehingga mengganggu kelancaran pemasarannya kepada masyarakat.
"Kami mengharapkan agar diberi kemudahan masalah bongkar muat sembilan bahan pokok (Sembako)selama bulan puasa nanti," kata seorang pedagang di kawasan Panoram Kota Bengkulu Rahman, Jumat.
Kemudahan dimaksud, kata dia bisa membongkar muatan pada siang hari dan langsung ke toko, kalau masih menerapkan aturan membongkar muatan pada malam hari maka akan memberatkan pedagang.
Pedagang bisa mengeluarkan biaya tambahan yang cukup tinggi, biaya itu otomatis akan dibebankan pada konsumen dan terjadi kenaikan harga yang tidak bisa dielakan.
Jika di luar bulan puasa silahkan saja untuk menerapkan aturan tersebut, karena tidak akan memperngaruhi harga sembkao pada tingkat konsumen.
Membongkar muatan pada siang hari itu hanya dikhususkan pada muatan sembako, kalau muatan barang lainnya silahkan saja tetap mematuhi aturan untuk dibongkar pada malam hari, keluh pedagang tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu Jannatul Firdaus melalui Kasubdin Perdagangan Sarbini mengaku sudah mendapatkan keluhan dari pedagang tentang bongkar muat sembako tersebut.
Para pedagang itu meminta agar membongkat muatan sembako selama pada bulan puasa ini bisa dilakukan siang hari dan langsung ke toko, sehingga akan memperkecil biaya operasional.
Kewenangan bongkar muat barang itu ada pada Dinas Pehubungan Kota, bukan di dinas perindustrian dan perdagangan, namun keluhan itu akan disampaikan pada pihak terkait, ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu Selopati ketika dikonfimasikan masalah tersebut akan dibahas dalam rapat bersama dengan instansi terkait, katanya singkat. (*/ril)