
Solok, (ANTARA) – Setelah sukses meraih prestasi berupa Piala Adipura tiga kali berturut-turut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solok mulai membidik target mendapatkan Piala Adipura Kencana atau meraih Piala Adipura lima kali berturut-turut.
“Tugas kita masih panjang. Mendapatkan Piala Adipura tiga kali berturut-turut bukan merupakan akhir dari pengabdian, namun bagaimana ke depan prestasi ini dapat kita pertahankan. Bahkan jika perlu dua tahun mendatang kita mendapatkan Piala Adipura Kencana atau meraih Piala Adipura lima kali berturut-turut dari Presiden RI,” kata Walikota Solok Drs. H. Syamsu Rahim usai menerima secara resmi Piala Adipura dari Wakil Walikota Solok H. Irzal Ilyas di halaman sekretariat DPRD Kota Solok, Sabtu (6/6).
Ikut menyaksikan penyambutan Piala Adipura ini Ketua DPRD Kota Solok, Drs. Noviardi Syam, unsur Muspida Kota Solok, Ketua KAN Lubuk Sikarah Yanuardi Dt. Tan Ali, Ketua LKKAM Kota Solok Syaiful Dt. Malakewi, Ketua MUI Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok serta sejumlah pimpinan organisasi pemuda dan ormas se-Kota Solok.
Syamsu Rahim optimis Piala Adipura Kencana ini akan diraih Kota Solok. Pasalnya, sejumlah sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menciptakan Kota Solok sebagai kota bersih, teduh dan rindang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.
Selain itu tambah Syamsu Rahim, pihaknya juga terus membenahi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kota Solok, membenahi sejumlah taman-taman kota, menanam pohon pelindung dan melengkapi berbagai peralatan yang diperlukan petugas kebersihan untuk merawat dan menjaga kebersihan di Kota Solok.
"Beberapa waktu lalu kita telah membeli buldozer yang akan dipergunakan di TPA Regional. Selain itu kita juga akan memperbanyak lokasi pembuangan sampah di lingkungan masyarakat dan gerobak sampah untuk petugas kebersihan," jelasnya.
Meski telah siap dengan sejumlah sarana dan prasarana kebersihan, namun Syamsu Rahim tetap meminta warga Kota Solok untuk terus meningkatkan kedisiplinannya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah masing-masing.
"Sebab kelengkapan sarana dan prasarana bukan jaminan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan nyaman tanpa adanya kesadaran warga untuk menjaga dan membersihkan lingkungannya," katanya mengakhiri.(aur)