
Solok, (ANTARA) – Petugas kebersihan Kota Solok mengaku senang atas reward yang diberikan Pemko Solok kepada mereka berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp1 juta dan satu helai kain sarung. Namun mereka berharap reward yang diberikan bukan sekedar itu saja atau lepas sekali jalan, namun adanya kejelasan status kepegawaian.
"Dengan jelasnya status kami, tentu kami lebih bisa memberikan penghidupan yang layak bagi seluruh anggota keluarga kami," kata Amriadi, salah seorang petugas kebersihan kepada antara-sumbar.com.
Pria yang mengaku telah puluhan tahun mengabdi sebagai petugas kebersihan di Kantor Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Solok inimasih saja berstatus pegawai harian lepas.
"Kami hanya pegawai harian lepas dan tidak tercantum dalam data base kepegawaian di BKD Kota Solok. Ini tentu menyedihkan, seharusnya status kami bisa dipertegas dengan pengangkatan secara resmi," katanya berharap.
Lelaki yang akrab disapa Am ini mengakui, dia dan teman-temannya berharap Pemko Solok segera meningkatkan status mereka setidaknya menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau tenaga honorer, sehingga nama mereka dapat tercatat dalam data base kepegawaian.
Selain itu, Am juga berharap Pemko Solok meningkatkan pendapatan mereka. Selama ini dengan status PHL mereka menerima honor sebesar Rp 900 ribu per bulan, ditambah dana tunjangan sebesar Rp 300 ribu per bulan, sehingga total pendapatannya per bulan hanya sebesar Rp 1,2 juta.
Di sisi lain dia memiliki tanggung keluarga sebanyak 4 orang masing-masing 1 istri dan 3 orang anak. Selain harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga, dia juga harus membiayai pendidikan dua orang anaknya yang saat ini telah masuk kelas 3 dan kelas 6 SD.
"Dengan berhemat pun kami tidak bisa memenuhi kebutuhan secara maksimal. Akibatnya tak satupun dari kami yang memiliki tabungan hari tua. Inilah salah satu alasan kenapa kami selalu meminta agar pemerintah memperjelas status kami," tandasnya dengan mimik serius.(aur)