Dharmasraya, (
ANTARA) - Keberadaan Kabupaten Dharmasraya,
Sumatera Barat (
Sumbar) yang berbatasan langsung dengan dua provinsi sekaligus, yakni Provinsi Jambi dan Riau membuat kabupaten termuda di
Sumbar itu menjadi sangat rentan dimanfaatkan sebagai daerah transit ataupun lokasi perdagangan Narkoba lintas provinsi.
Untuk itu, Polres Dharmasraya saat ini tengah meningkatkan razia mengantisipasi kemungkinan tersebut.
"Kita terus meningkatkan razia, dengan sistem "random" untuk mencegah adanya perdagangan narkoba lintas provinsi," tegas Kapolres Dharmasraya, AKBP Bambang Pristiwanto kepada
antara-sumbar.com di ruang kerjanya, Senin (1/6).
Berdasarkan kondisi geografisnya, kabupaten pemekaran itu berbatasan dengan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi di sebelah selatannya dan di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Sedangkan di sebelah utara, Dharmasraya berbatasan dengan Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.
Setiap kali melakukan razia yang diberi nama Operasi Multi Sasaran itu, Polres Dharmasraya mengerahkan semua fungsi kepolisian, meliputi intel, reserse, dan samapta.
Selain mengantisipasi terjadinya penyelundupan barang haram itu, razia gabungan yang dilaksanakan minimal sekali seminggu itu juga menargetkan pengendara yang membawa senjata api, senjata tajam, kayu ilegal ataupun kelengkapan operasional kendaraan. (aan/RAR)