Padang Pariaman, (
ANTARA) - Medical Emergency Rescue Committe (Mer-C)
Indonesia meresmikan 51 rumah sederhana dan akan membangun dua sekolah dasar di lokasi gempa di Korong Koto Tinggi, Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman, Minggu (10/1).
Presidium Mer-C
Indonesia, Joserizal Jurnalis mengatakan, pihaknya sudah masuk ke Padang Pariaman pada hari kedua pasca gempa dan memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Saat pelayanan kesehatan sudah dirasa cukup, mulailah kami membangun kembali dan merenovasi bangunan-bangunan atau rumah yang rusak akibat gempa ini," ujarnya saat peresmian rumah dan peletakkan batu pertama SD 16 dan SD 20 di Korong Koto Tinggi, Padang Alai, Minggu.
Dia menyebutkan, sekolah yang akan dibangun dengan konstruksi dari besi ini direncanakan akan rampung selama 3 hingga 4 bulan yang bisa dibangun bertingkat.
"Dana dalam pembangunan rumah dan sekolah ini dihimpun dari seluruh warga
Indonesia. Untuk rumah, anggarannya Rp 7 juta per rumah yang pembangunannya dilakukan bersama teman-teman dari Al-Fatah sebagai mitra dalam pembangunan," tambahnya.
Joserizal menjelaskan, Mer-C
Indonesia yang didirikan di Jakarta pada 14 Agustus 1999 ini pertama kali melakukan misi kemanusiaan di Ambon, kemudian Afganistan, Irak, Sudan, dan lain-lain.
Wakil Bupati Padang Pariaman, H.Ali Mukhni mengaku berterimakasih atas pembangunan rumah sederhana dan sekolah dari Mer-C
Indonesia. Dia berharap pembangunan tersebut masih ditambah lagi karena masih banyak warga korban gempa yang membutuhkan rumah.
"Mudah-mudahan daam waktu dua atau tiga tahun ini Padang Pariaman kembali bangkit dari keterpurukan, sementara khusus pendidikan, dalam waktu beberapa bulan ini bisa kembali dimanfaatkan sarana-prasarana yang rusak," ujarnya.
Pantauan
antara-sumbar.com. pada kesempatan itu dilakukan penyerahan kunci kepada perwakilan warga yang sudah menempati rumah darurat dari Mer-C
Indonesia. (goy/wij)